• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Selasa, Mei 12, 2026
CERMIN DUNIA
No Result
View All Result
  • Login
  • News

    Crashed Lion Air Jet Had Faulty Speed Readings on Last 4 Flights

    Police Officers From The K9 Unit During A Operation To Find Victims

    People Tiring of Demonstration, Except Protesters in Jakarta

    Limited underwater visibility hampers search for flight JT610

    Search Teams Recover Seats, Wheels From Indonesia Jet Crash Site

    Mount Rinjani to be closed following the Lombok earthquake

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politics
  • Football
  • BERITA DUNIA
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Travel
  • News

    Crashed Lion Air Jet Had Faulty Speed Readings on Last 4 Flights

    Police Officers From The K9 Unit During A Operation To Find Victims

    People Tiring of Demonstration, Except Protesters in Jakarta

    Limited underwater visibility hampers search for flight JT610

    Search Teams Recover Seats, Wheels From Indonesia Jet Crash Site

    Mount Rinjani to be closed following the Lombok earthquake

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politics
  • Football
  • BERITA DUNIA
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Travel
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Politics

Mantan PM Qatar Dorong Pembentukan NATO Teluk Baru

CERMIN DUNIA by CERMIN DUNIA
Mei 12, 2026
in Politics
0
Mantan PM Qatar Dorong Pembentukan NATO Teluk Baru
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mantan PM Qatar Dorong Pembentukan NATO Teluk Usai Perang Iran-Israel

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase yang mengkhawatirkan setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu guncangan besar di kawasan. Situasi tersebut bukan hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga memunculkan wacana baru mengenai pembentukan aliansi pertahanan negara-negara Teluk yang disebut-sebut menyerupai NATO.

Wacana itu mencuat setelah mantan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim Al Thani, menyampaikan pandangan tajam mengenai kondisi Timur Tengah saat ini dalam wawancara bersama Al Jazeera. Menurutnya, perang yang melibatkan Iran bukanlah konflik mendadak, melainkan bagian dari agenda panjang yang perlahan membentuk ulang kawasan secara paksa.

READ ALSO

Palembang to inaugurate quake-proof bridge next month

People Tiring of Demonstration, Except Protesters in Jakarta

Sheikh Hamad bahkan menilai negara-negara Arab kini harus mulai memikirkan sistem pertahanan mandiri tanpa terlalu bergantung pada Amerika Serikat. Karena itu, ia mendorong pembentukan “NATO Teluk” sebagai langkah strategis menghadapi ancaman baru di kawasan.

Timur Tengah Sedang Mengalami Restrukturisasi Besar

Mantan PM Qatar Klaim Perang Iran Paksa Negara-negara Arab Harus Bentuk NATO Teluk, Ini 5 Alasannya

Dalam wawancaranya, Sheikh Hamad mengatakan Timur Tengah sedang memasuki fase restrukturisasi geopolitik besar-besaran. Menurutnya, perang yang terjadi saat ini akan menentukan arah politik dan keamanan kawasan selama puluhan tahun ke depan.

Ia menilai konflik antara Iran dan Israel telah mengubah keseimbangan kekuatan regional. Negara-negara Teluk kini mulai menyadari bahwa ancaman keamanan tidak lagi bersifat teoritis, tetapi sudah berada sangat dekat dengan mereka.

Kondisi ini diperburuk oleh meningkatnya ketegangan di berbagai wilayah strategis seperti Gaza, Lebanon, Suriah, hingga Selat Hormuz. Semua perkembangan tersebut membuat negara-negara Arab mulai mempertanyakan efektivitas sistem keamanan lama yang selama ini bertumpu pada perlindungan Amerika Serikat.

Menurut Sheikh Hamad, ketergantungan penuh terhadap kekuatan asing bukan lagi pilihan aman di tengah perubahan geopolitik global.

Netanyahu Disebut Memanfaatkan Situasi

Salah satu poin paling tajam dalam pernyataan Sheikh Hamad adalah kritiknya terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menilai Netanyahu dan kelompok garis keras di Israel telah lama mendorong konfrontasi besar dengan Iran.

Menurutnya, upaya tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak era Presiden Amerika Serikat Bill Clinton pada akhir 1990-an. Namun, pemerintah AS sebelumnya disebut masih berhati-hati untuk terlibat langsung dalam perang terbuka melawan Iran.

Sheikh Hamad menuding Netanyahu akhirnya berhasil meyakinkan Washington bahwa perang melawan Iran bisa berlangsung cepat dan menghasilkan perubahan rezim dalam waktu singkat.

Ia menyebut narasi tersebut sebagai “ilusi” yang justru menyeret kawasan ke dalam konflik berkepanjangan.

Lebih jauh, Sheikh Hamad juga menyoroti ambisi kelompok sayap kanan Israel yang disebut mendorong konsep “Israel Raya”. Konsep itu merujuk pada gagasan memperluas pengaruh dan dominasi Israel lebih jauh ke wilayah negara-negara Arab di sekitarnya.

Pandangan tersebut memicu kekhawatiran besar di kawasan Teluk karena dianggap dapat mengubah peta politik Timur Tengah secara drastis.

Selat Hormuz Jadi Titik Paling Berbahaya

Selain perang darat dan udara, Sheikh Hamad menilai ancaman paling serius saat ini justru berada di Selat Hormuz. Jalur laut strategis tersebut selama ini menjadi salah satu titik paling penting dalam perdagangan energi dunia.

Iran disebut mulai melihat Selat Hormuz sebagai alat tekanan geopolitik yang sangat kuat. Menurut Sheikh Hamad, perkembangan ini jauh lebih berbahaya dibanding isu nuklir Iran itu sendiri.

Jika jalur tersebut terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara Teluk, tetapi juga ekonomi global secara keseluruhan. Sebagian besar distribusi minyak dunia melewati kawasan tersebut.

Karena itu, setiap eskalasi di Selat Hormuz langsung memicu kekhawatiran internasional terkait stabilitas harga energi dan keamanan perdagangan global.

Sheikh Hamad menilai dunia kini menghadapi situasi baru di mana konflik regional bisa dengan cepat berubah menjadi krisis ekonomi internasional.

Negara Teluk Menanggung Dampak Terbesar

Menurut Sheikh Hamad, negara-negara Teluk menjadi pihak yang paling merasakan dampak perang Iran-Israel. Infrastruktur energi, industri, hingga stabilitas keamanan regional ikut terganggu akibat eskalasi konflik.

Ia juga mengkritik keras serangan Iran terhadap beberapa fasilitas di kawasan Teluk yang disebut dilakukan dengan alasan menyerang kepentingan Amerika Serikat.

Padahal, banyak negara Arab sebenarnya menolak perang tersebut sejak awal dan berusaha mendorong penyelesaian diplomatik.

Akibat serangan dan ketegangan berkepanjangan, hubungan Iran dengan beberapa negara Teluk mengalami penurunan signifikan. Kemarahan publik meningkat karena konflik tersebut menyebabkan tekanan ekonomi dan rasa tidak aman di kawasan.

Meski demikian, Sheikh Hamad tetap menekankan pentingnya dialog terbuka antara negara-negara Teluk dan Iran. Menurutnya, faktor geografis membuat kedua pihak tidak mungkin saling menghindar selamanya.

Ia percaya stabilitas kawasan hanya dapat dicapai melalui komunikasi kolektif, bukan pendekatan terpisah yang justru membuka ruang konflik baru.

Wacana NATO Teluk Makin Menguat

Di tengah situasi tersebut, gagasan pembentukan “NATO Teluk” mulai mendapatkan perhatian luas. Sheikh Hamad menyebut ancaman terbesar bagi kawasan bukan hanya Iran atau Israel, tetapi juga perpecahan internal di antara negara-negara Arab sendiri.

Karena itu, ia mengusulkan pembentukan pakta pertahanan regional yang lebih terorganisasi dan memiliki sistem keamanan bersama.

Arab Saudi disebut dapat menjadi tulang punggung utama dalam pembentukan aliansi tersebut. Sementara negara lain seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, hingga Kuwait bisa menjadi bagian dari poros keamanan baru kawasan.

Tidak hanya itu, kerja sama juga diperkirakan melibatkan negara mayoritas Muslim lain seperti Turki, Pakistan, dan Mesir.

Beberapa laporan bahkan menyebut keempat negara tersebut mulai meningkatkan koordinasi militer dan keamanan dalam beberapa bulan terakhir.

Latihan militer gabungan antara Mesir dan Pakistan yang berlangsung selama dua pekan disebut menjadi salah satu sinyal menguatnya konsolidasi pertahanan regional.

Banyak analis menilai pembentukan aliansi semacam ini muncul karena negara-negara Arab mulai menyadari bahwa mereka tidak bisa terus bergantung pada kekuatan luar.

Ketergantungan pada AS Mulai Dipertanyakan

Sheikh Hamad juga menyoroti perubahan fokus geopolitik Amerika Serikat yang kini lebih banyak mengarah ke Asia dan persaingan dengan China.

Menurutnya, perubahan tersebut membuat negara-negara Teluk tidak lagi bisa sepenuhnya mengandalkan payung keamanan Washington untuk jangka panjang.

Meski pangkalan militer AS masih memiliki peran penting sebagai pencegah konflik, negara-negara Arab dinilai harus mulai membangun sistem pertahanan yang lebih mandiri.

Karena itu, pembentukan NATO Teluk dianggap sebagai langkah strategis untuk menciptakan keseimbangan baru di Timur Tengah.

Selain memperkuat pertahanan bersama, aliansi tersebut juga bisa menjadi alat diplomasi kolektif dalam menghadapi tekanan geopolitik dari berbagai pihak.

Timur Tengah Memasuki Era Baru

Perang Iran-Israel kini tidak lagi dipandang sebagai konflik biasa. Banyak pihak menilai perang tersebut menjadi titik awal perubahan besar dalam struktur keamanan Timur Tengah.

Negara-negara Arab mulai bergerak membangun strategi baru demi melindungi kepentingan mereka sendiri di tengah ketidakpastian global.

Wacana pembentukan NATO Teluk menjadi bukti bahwa kawasan sedang mencari arah baru dalam menjaga stabilitas dan keamanan regional.

Meski masih sebatas gagasan dan belum menjadi organisasi resmi, ide tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran negara-negara Arab untuk memperkuat solidaritas internal.

Jika benar terwujud di masa depan, NATO Teluk bisa menjadi salah satu perubahan geopolitik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.

Tags: NATO Telukpertahanan negara-negara Teluk

Related Posts

Politics

Palembang to inaugurate quake-proof bridge next month

Januari 18, 2026
News

People Tiring of Demonstration, Except Protesters in Jakarta

Januari 5, 2026
News

Search Teams Recover Seats, Wheels From Indonesia Jet Crash Site

Desember 20, 2025

POPULAR NEWS

manchester city vs arsenal

Mampukah Arsenal Memutus Kutukan Manchester City demi Gelar Juara?

April 25, 2026

Police Officers From The K9 Unit During A Operation To Find Victims

April 25, 2026
atalanta vs bayer munchen

Atalanta vs Bayern Munchen: Uji Nyali Sang Kuda Hitam di Hadapan Raksasa Bavaria

April 18, 2026

Completion Of Jeneponto Wind Farm Accelerated To July

Januari 10, 2026

NASA Astronauts Install High-Definition Cameras During Spacewalk

Januari 1, 2026

EDITOR'S PICK

The Chainsmokers Actually Make a Great Nickelback Cover Band

Desember 9, 2025

Estimated cost of Central Sulawesi disaster reaches nearly $1B

Januari 19, 2026

People Tiring of Demonstration, Except Protesters in Jakarta

Januari 5, 2026

BLACKPINK’s Jennie announces release date of solo debut

Desember 30, 2025

About

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow us

Kategori

  • BERITA DUNIA
  • Entertainment
  • Fashion
  • Football
  • KULINER
  • Lifestyle
  • News
  • Politics
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Mantan PM Qatar Dorong Pembentukan NATO Teluk Baru
  • Sihir Rashford dan Ketenangan Ferran Torres: Barcelona Hancurkan Real Madrid
  • Mampukah Arsenal Memutus Kutukan Manchester City demi Gelar Juara?
  • Atalanta vs Bayern Munchen: Uji Nyali Sang Kuda Hitam di Hadapan Raksasa Bavaria
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2
  • News
  • Politics
  • Football
  • Lifestyle
  • KULINER
  • BERITA DUNIA
  • Fashion
  • Entertainment
  • Travel

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In