Penantian penggemar sepak bola Italia akhirnya berakhir. Serie A 2026/27 akan dimulai pada akhir pekan 22-23 Agustus 2026 dengan persaingan baru untuk memperebutkan Scudetto.
Musim baru kali ini menghadirkan situasi menarik. Inter Milan memasuki kompetisi sebagai juara bertahan setelah sukses mengamankan gelar Serie A musim lalu. Namun, mempertahankan gelar diprediksi tidak akan mudah karena sejumlah klub besar melakukan perubahan besar selama musim panas.
Laga pembuka juga langsung menghadirkan pertandingan menarik. Inter akan menjamu Monza di San Siro, sementara Juventus bertandang menghadapi Frosinone. AC Milan akan menjalani pertandingan tandang melawan Torino, Napoli bertamu ke markas Genoa, sedangkan AS Roma menghadapi Fiorentina.
Kompetisi musim ini pun diperkirakan menjadi salah satu musim Serie A yang menarik karena sejumlah klub besar datang dengan pelatih dan komposisi skuad yang berbeda.
Inter Milan Mengawali Misi Mempertahankan Gelar
Sebagai juara bertahan, perhatian terbesar tentu tertuju kepada Inter Milan.
Nerazzurri akan membuka perjalanan Serie A 2026/27 dengan menjamu Monza di San Siro pada Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 18.30 waktu setempat. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan pertama Inter menunjukkan kesiapan mereka setelah menjalani perubahan besar dalam skuad.
Inter masih dilatih Cristian Chivu. Pelatih asal Rumania tersebut menghadapi tugas berat untuk menjaga konsistensi tim setelah keberhasilan membawa Inter meraih Scudetto dan Coppa Italia pada musim sebelumnya.
Tantangan Chivu bukan hanya mempertahankan performa, tetapi juga melakukan regenerasi. Sejumlah pemain berpengalaman meninggalkan klub, sehingga Inter harus menemukan keseimbangan antara pemain lama dan wajah-wajah baru.
Meski demikian, Inter tetap menjadi kandidat kuat untuk kembali menjadi juara. Reuters menilai Nerazzurri sebagai favorit mempertahankan gelar meskipun sedang menjalani proses transisi generasi.
Inter Memperkuat Skuad
Inter tidak tinggal diam di bursa transfer.
Salah satu perubahan penting terjadi di lini pertahanan dan sektor tengah. John Stones menjadi salah satu nama besar yang bergabung, sementara Djed Spence didatangkan untuk menambah opsi di posisi wing-back.
Terbaru, Inter juga mendatangkan gelandang Liverpool, Curtis Jones. Pemain berusia 25 tahun tersebut menandatangani kontrak hingga Juni 2031. Kehadirannya diharapkan memberikan energi baru di lini tengah Inter.
Transfer tersebut memperlihatkan arah pembangunan skuad Inter. Klub tidak hanya mencari pemain berpengalaman, tetapi juga berusaha menurunkan rata-rata usia skuad dan meningkatkan kedalaman untuk menghadapi jadwal padat.
Selain Serie A, Inter juga akan menghadapi kompetisi Eropa serta Coppa Italia. Karena itu, kedalaman skuad menjadi faktor penting jika Chivu ingin membawa tim kembali meraih lebih dari satu trofi.
Lautaro Martinez dan Marcus Thuram Tetap Jadi Andalan
Meski terjadi perubahan di sejumlah posisi, Inter masih memiliki fondasi kuat di lini depan.
Lautaro Martinez dan Marcus Thuram tetap menjadi bagian penting dari proyek Chivu. Keduanya diharapkan kembali menjadi sumber gol utama Nerazzurri.
Lautaro juga memasuki musim baru dengan status sebagai pencetak gol terbanyak Serie A musim sebelumnya. Ia memenangkan gelar Capocannoniere setelah mencetak 17 gol.
Catatan tersebut menarik karena jumlah gol tersebut tergolong rendah dibandingkan standar pencetak gol terbanyak Serie A dalam era modern. Namun, hal tersebut juga menunjukkan bahwa persaingan di lini depan musim lalu cukup ketat.
Jika Lautaro mampu meningkatkan produktivitasnya, peluang Inter mempertahankan gelar akan semakin besar.
Juventus Ingin Bangkit
Salah satu klub yang diperkirakan berusaha keras mengganggu dominasi Inter adalah Juventus.
Bianconeri memasuki musim baru dengan tetap mempercayakan tim kepada Luciano Spalletti. Juventus memiliki ambisi untuk memperbaiki hasil musim sebelumnya dan kembali menjadi penantang serius Scudetto.
Pada laga pembuka, Juventus akan menghadapi Frosinone. Pertandingan tersebut memberikan peluang bagi Spalletti untuk langsung memberikan fondasi positif.
Juventus juga masih dalam proses membangun kembali skuad. Kehadiran sejumlah pemain baru diharapkan membuat tim lebih kompetitif, terutama dalam persaingan menghadapi Inter, Napoli, Milan dan Roma.
Jika Juventus mampu memulai musim dengan konsisten, mereka berpotensi menjadi salah satu pesaing utama dalam perburuan gelar.
Napoli Memulai Era Baru Bersama Allegri
Napoli juga menjadi klub yang menarik perhatian.
Klub asal Naples tersebut kini berada di bawah arahan Massimiliano Allegri. Pelatih berpengalaman itu kembali ke Serie A dengan misi membangun identitas baru Napoli.
Pergantian pelatih tentu membawa perubahan dalam pendekatan permainan. Allegri dikenal memiliki kemampuan dalam mengelola pertandingan besar dan membangun tim yang kompetitif secara pragmatis.
Napoli akan mengawali musim dengan bertandang ke Genoa. Setelah itu, tantangan besar langsung menanti karena mereka akan menghadapi Inter pada pekan ketiga di San Siro.
Pertandingan tersebut bisa menjadi salah satu ujian awal bagi Allegri untuk melihat sejauh mana Napoli mampu bersaing dengan sang juara bertahan.
AC Milan Membawa Harapan Baru
AC Milan juga memasuki musim 2026/27 dengan perubahan penting.
Ruben Amorim dipercaya sebagai pelatih baru setelah klub melakukan perubahan di kursi kepelatihan. Kedatangan Amorim memberikan harapan bahwa Milan dapat kembali menjadi kekuatan utama Serie A.
Milan akan mengawali kompetisi dengan pertandingan tandang menghadapi Torino. Laga tersebut bukan pertandingan mudah karena bermain di markas lawan selalu memberikan tekanan tersendiri.
Namun, target Milan jelas. Rossoneri harus kembali bersaing di papan atas setelah mengalami periode yang kurang stabil.
Milan juga memperkuat skuad dengan sejumlah nama baru, termasuk Gonçalo Ramos. Kehadiran pemain tersebut diharapkan meningkatkan ketajaman lini depan.
AS Roma dan Gasperini Siap Menggebrak
AS Roma menjadi salah satu tim yang patut diperhatikan musim ini.
Gian Piero Gasperini melanjutkan proyeknya bersama Giallorossi. Setelah membawa Atalanta menjadi salah satu tim paling menarik di Italia dalam beberapa tahun terakhir, Gasperini kini berusaha membangun Roma menjadi pesaing yang lebih konsisten.
Roma akan mengawali Serie A dengan menghadapi Fiorentina. Setelah itu, mereka akan menghadapi Inter pada pekan kelima.
Kedalaman skuad akan menjadi faktor penting bagi Roma karena mereka juga harus menjalani kompetisi Eropa. Gasperini membutuhkan pemain yang mampu menjalankan sistem intensifnya sepanjang musim.
Jika proyek tersebut berjalan sesuai rencana, Roma dapat menjadi salah satu pengganggu dalam persaingan empat besar maupun perebutan Scudetto.
Laga Pembuka Serie A 2026/27
Pekan pertama Serie A menghadirkan beberapa pertandingan menarik.
Berikut daftar laga pembuka:

Jadwal tersebut memperlihatkan bahwa beberapa kandidat papan atas langsung menghadapi ujian pada pekan pertama.
Inter memiliki keuntungan karena bermain di kandang, sedangkan Juventus dan Milan harus mengawali musim melalui pertandingan tandang.
Pertandingan Besar Sudah Menanti
Serie A 2026/27 tidak hanya menarik karena pertandingan pembuka. Jadwal awal juga langsung memberikan beberapa pertandingan besar.
Inter akan menghadapi Napoli pada pekan ketiga di San Siro. Kemudian mereka bertemu Roma pada pekan kelima. Artinya, Inter akan menghadapi dua lawan penting relatif awal dalam kompetisi.
Bagi Chivu, rangkaian pertandingan tersebut akan menjadi indikator awal mengenai kemampuan Inter mempertahankan konsistensi.
Jika Inter berhasil meraih hasil maksimal, tekanan terhadap para pesaing akan semakin besar.
Sebaliknya, jika kehilangan poin, persaingan Scudetto dapat langsung terbuka.
Persaingan Scudetto Diprediksi Ketat
Inter memang datang sebagai favorit, tetapi mereka tidak sendirian.
Napoli memiliki Allegri. Juventus masih mengandalkan pengalaman Spalletti. Milan membawa proyek baru bersama Amorim. Roma memiliki Gasperini. Bahkan Como yang tampil mengejutkan musim lalu kini akan menjalani tantangan Eropa dan berpotensi menjadi kuda hitam.
Perubahan pelatih di sejumlah klub membuat peta kekuatan Serie A sulit diprediksi.
Hal tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri. Tidak ada jaminan bahwa posisi klasemen musim lalu akan kembali terulang.
Inter Berada di Bawah Tekanan
Sebagai juara bertahan, Inter memiliki keuntungan berupa pengalaman. Namun, status tersebut juga menghadirkan tekanan.
Setiap lawan akan memiliki motivasi ekstra ketika menghadapi mereka. Pergantian beberapa pemain senior juga membuat Chivu harus memastikan karakter tim tidak hilang.
Masuknya Stones, Spence dan Curtis Jones menunjukkan bahwa Inter berusaha menyegarkan skuad tanpa mengorbankan daya saing.
Kini pertanyaannya adalah apakah kombinasi pemain lama dan baru dapat langsung bekerja efektif.
Laga melawan Monza menjadi kesempatan pertama untuk melihat jawabannya.
Musim Baru, Persaingan Baru
Serie A 2026/27 akhirnya tiba dengan banyak cerita baru.
Inter datang sebagai juara bertahan dengan misi mempertahankan Scudetto. Juventus berusaha bangkit, Napoli memulai era Allegri, Milan mempercayakan proyek kepada Amorim, sementara Roma berharap Gasperini mampu membawa mereka lebih dekat ke papan atas.
Dengan banyaknya perubahan tersebut, musim ini berpotensi menghadirkan persaingan yang lebih terbuka.
Bagi Inter, langkah pertama dimulai di San Siro menghadapi Monza. Kemenangan akan menjadi awal ideal dalam perjalanan panjang menuju Scudetto berikutnya.
Namun, perjalanan mempertahankan gelar baru saja dimulai. Dengan 38 pertandingan yang harus dijalani dan persaingan dari klub-klub besar Italia, konsistensi akan menjadi kunci utama.





















