• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Selasa, Juli 21, 2026
CERMIN DUNIA
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    Bitcoin Naik ke Rp1,11 Miliar, Investor Bidik Level Baru

    Bitcoin Naik ke Rp1,11 Miliar, Investor Bidik Level Baru

    BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen demi Rupiah

    BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen demi Rupiah

    Transaksi Kripto RI Hampir Rp100 Triliun di Awal 2026

    Industri Kripto Indonesia Makin Matang, Investor Bertambah

    Crashed Lion Air Jet Had Faulty Speed Readings on Last 4 Flights

    Police Officers From The K9 Unit During A Operation To Find Victims

    People Tiring of Demonstration, Except Protesters in Jakarta

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politics
  • Football
  • BERITA DUNIA
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Travel
  • News
    Bitcoin Naik ke Rp1,11 Miliar, Investor Bidik Level Baru

    Bitcoin Naik ke Rp1,11 Miliar, Investor Bidik Level Baru

    BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen demi Rupiah

    BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen demi Rupiah

    Transaksi Kripto RI Hampir Rp100 Triliun di Awal 2026

    Industri Kripto Indonesia Makin Matang, Investor Bertambah

    Crashed Lion Air Jet Had Faulty Speed Readings on Last 4 Flights

    Police Officers From The K9 Unit During A Operation To Find Victims

    People Tiring of Demonstration, Except Protesters in Jakarta

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politics
  • Football
  • BERITA DUNIA
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Travel
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Football

Kontroversi Las Malvinas Warnai Piala Dunia 2026 Argentina

CERMIN DUNIA by CERMIN DUNIA
Juli 18, 2026
in Football
0
Kontroversi Las Malvinas mewarnai Piala Dunia 2026 setelah pemain Argentina membentangkan spanduk usai mengalahkan Inggris dan memicu penyelidikan FIFA.

Kontroversi Las Malvinas mewarnai Piala Dunia 2026 setelah pemain Argentina membentangkan spanduk usai mengalahkan Inggris dan memicu penyelidikan FIFA.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan dunia, bukan hanya karena persaingan sengit di lapangan, tetapi juga akibat munculnya kontroversi politik yang melibatkan Timnas Argentina. Seusai memastikan tiket ke partai final usai mengalahkan Inggris pada babak semifinal, sejumlah pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas Son Argentinas” atau “Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina”. Aksi tersebut langsung memicu reaksi internasional dan membuat FIFA membuka penyelidikan atas dugaan pelanggaran aturan terkait pesan politik dalam pertandingan resmi.

Insiden itu terjadi di tengah euforia kemenangan Argentina atas Inggris dengan skor 2-1. Spanduk tersebut diyakini berasal dari suporter yang berada di tribun sebelum kemudian dibawa ke lapangan oleh beberapa pemain saat merayakan keberhasilan mencapai final. Momen tersebut segera menyebar luas di media sosial dan menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan sepanjang turnamen.

READ ALSO

Spanyol Jadi Raja Sepak Bola Dunia dengan 16 Gelar dalam 5 Tahun

Tak Terima Argentina Kalah, Paredes Serang Gavi hingga Diganjar Kartu Merah di Final Piala Dunia 2026

Apa Itu Las Malvinas?

Las Malvinas merupakan nama yang digunakan Argentina untuk menyebut Kepulauan Falkland, wilayah di Samudra Atlantik Selatan yang hingga kini berada di bawah administrasi Britania Raya. Sengketa kedaulatan atas kepulauan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan mencapai puncaknya pada Perang Falklands tahun 1982 antara Argentina dan Inggris.

Bagi masyarakat Argentina, isu Las Malvinas memiliki nilai sejarah dan nasionalisme yang sangat kuat. Karena itu, slogan “Las Malvinas Son Argentinas” sering muncul dalam berbagai kesempatan sebagai simbol klaim kedaulatan negara tersebut. Namun, membawa pesan tersebut ke ajang olahraga internasional dinilai sensitif karena FIFA memiliki aturan yang melarang ekspresi politik dalam pertandingan resmi.

Timnas Argentna

FIFA Membuka Penyelidikan

Tidak lama setelah foto-foto perayaan beredar, FIFA mengonfirmasi sedang meninjau insiden tersebut. Organisasi sepak bola dunia itu memiliki kode etik dan aturan stadion yang melarang penggunaan pertandingan sebagai sarana penyampaian pesan politik, agama, maupun ideologi.

Penyelidikan difokuskan untuk mengetahui apakah aksi para pemain melanggar regulasi yang berlaku. Jika terbukti, sanksi dapat dijatuhkan kepada federasi sepak bola Argentina atau individu yang terlibat, meskipun hingga kini FIFA belum mengumumkan keputusan akhir.

Inggris Mengecam Aksi Argentina

Kontroversi ini mendapat perhatian besar dari pemerintah Inggris. Sejumlah pejabat Inggris meminta FIFA mengambil langkah tegas karena menganggap aksi tersebut tidak sesuai dengan prinsip netralitas olahraga.

Bagi Inggris, Kepulauan Falkland merupakan wilayah seberang laut Britania Raya, sementara penduduk kepulauan itu dalam referendum tahun 2013 secara mayoritas memilih tetap berada di bawah kedaulatan Inggris. Oleh karena itu, kemunculan spanduk tersebut dipandang sebagai provokasi politik di panggung olahraga internasional.

Dukungan Besar dari Argentina

Berbeda dengan reaksi di Inggris, masyarakat Argentina justru memberikan dukungan luas kepada para pemain. Banyak warga menilai slogan tersebut bukan sekadar pernyataan politik, melainkan bagian dari identitas nasional yang telah diwariskan selama beberapa generasi.

Beberapa pemain juga disebut hanya menerima spanduk dari suporter tanpa adanya perencanaan resmi dari federasi. Di Argentina, aksi itu dipandang sebagai bentuk kebanggaan nasional setelah mengalahkan rival bersejarah mereka di semifinal Piala Dunia.

Bukan Pertama Kali Politik Masuk ke Dunia Sepak Bola

Kasus Las Malvinas menunjukkan bahwa olahraga dan politik sering kali sulit dipisahkan. Dalam sejarah sepak bola dunia, berbagai pertandingan pernah diwarnai simbol atau pesan politik yang kemudian memicu kontroversi.

FIFA selama bertahun-tahun berupaya menjaga netralitas sepak bola dengan melarang slogan politik di stadion maupun saat perayaan resmi. Aturan tersebut dibuat agar kompetisi internasional tetap menjadi ajang olahraga yang mempersatukan berbagai negara tanpa membawa konflik geopolitik ke dalam lapangan.

Namun, dalam praktiknya, batas antara ekspresi budaya, nasionalisme, dan politik sering kali menjadi perdebatan.

Bayang-Bayang Final Piala Dunia

Kontroversi ini muncul hanya beberapa hari sebelum Argentina tampil di partai final Piala Dunia 2026. Situasi tersebut membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada persiapan tim, tetapi juga pada kemungkinan keputusan FIFA sebelum laga puncak berlangsung.

Sejumlah media internasional bahkan berspekulasi mengenai kemungkinan sanksi apabila FIFA menyimpulkan telah terjadi pelanggaran aturan. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah penyelidikan tersebut akan berdampak terhadap pemain yang terlibat atau hanya berujung pada sanksi administratif bagi federasi sepak bola Argentina.

Pelajaran bagi Dunia Olahraga

Kasus Las Malvinas menjadi pengingat bahwa ajang olahraga terbesar di dunia tidak pernah sepenuhnya terlepas dari dinamika politik internasional. Ketika pertandingan mempertemukan negara-negara dengan sejarah panjang dan hubungan yang kompleks, simbol sekecil apa pun dapat memunculkan perdebatan global.

Di sisi lain, FIFA menghadapi tantangan untuk menegakkan aturan secara konsisten tanpa mengabaikan konteks budaya dan sejarah masing-masing negara peserta. Keputusan yang akan diambil terhadap kasus ini diperkirakan menjadi preseden penting bagi penanganan ekspresi politik dalam turnamen internasional di masa mendatang.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Piala Dunia 2026 tetap menjadi panggung utama sepak bola dunia. Namun, peristiwa Las Malvinas menunjukkan bahwa kemenangan di lapangan terkadang juga membawa konsekuensi di luar aspek olahraga, terutama ketika menyentuh isu yang telah lama menjadi bagian dari sejarah dan identitas suatu bangsa.

Related Posts

Spanyol Jadi Raja Sepak Bola Dunia dengan 16 Gelar dalam 5 Tahun
Football

Spanyol Jadi Raja Sepak Bola Dunia dengan 16 Gelar dalam 5 Tahun

Juli 21, 2026
Tak Terima Argentina Kalah, Paredes Serang Gavi hingga Diganjar Kartu Merah
Football

Tak Terima Argentina Kalah, Paredes Serang Gavi hingga Diganjar Kartu Merah di Final Piala Dunia 2026

Juli 20, 2026
Judul SEO (60 karakter): Piala Dunia 2030 Digelar di 6 Negara dan 3 Benua FIFA
Football

Piala Dunia 2030: Turnamen Bersejarah Digelar di 6 Negara dan 3 Benua

Juli 19, 2026
Bursa Transfer Manchester City Memasuki Era Baru
Football

Bursa Transfer Era Pep Guardiola Tinggalkan Warisan Besar, Manchester City Memulai Revolusi Skuad

Juli 18, 2026
Bursa Transfer: Real Madrid Putuskan Masa Depan Endrick
Football

Bursa Transfer: Real Madrid Putuskan Masa Depan Endrick

Juli 16, 2026
Spanyol Tundukkan Prancis, Lolos ke Final Piala Dunia 2026
Football

Spanyol Tundukkan Prancis, Lolos ke Final Piala Dunia 2026

Juli 15, 2026
Next Post
Judul SEO (60 karakter): Piala Dunia 2030 Digelar di 6 Negara dan 3 Benua FIFA

Piala Dunia 2030: Turnamen Bersejarah Digelar di 6 Negara dan 3 Benua

POPULAR NEWS

manchester city vs arsenal

Mampukah Arsenal Memutus Kutukan Manchester City demi Gelar Juara?

April 25, 2026
Lewandowski Tinggalkan Barcelona Akhir Musim Ini

Lewandowski Tinggalkan Barcelona Akhir Musim Ini

Mei 17, 2026
Investor dan Pemasok MBG Tagih Kejelasan ke BGN

Investor dan Pemasok MBG Tagih Kejelasan ke BGN

Juni 10, 2026
Adu Mewah Hotel Timnas di Piala Dunia 2026, Siapa Terbaik?

Adu Mewah Hotel Timnas di Piala Dunia 2026, Siapa Terbaik?

Juni 13, 2026
atalanta vs bayer munchen

Atalanta vs Bayern Munchen: Uji Nyali Sang Kuda Hitam di Hadapan Raksasa Bavaria

April 18, 2026

EDITOR'S PICK

Meksiko Lolos ke 32 Besar Usai Tumbangkan Korea Selatan

Meksiko Lolos ke 32 Besar Usai Tumbangkan Korea Selatan

Juni 19, 2026

Palembang to inaugurate quake-proof bridge next month

Januari 18, 2026
Media Malaysia Kaitkan Mees Hilgers dengan Selangor FC

Media Malaysia Kaitkan Mees Hilgers dengan Selangor FC

Mei 15, 2026
Brasil dan Norwegia Berebut Tiket ke Perempat Final

Brasil vs Norwegia: Duel Vinicius Junior dan Haaland di Piala Dunia 2026

Juli 5, 2026

About

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow us

Kategori

  • BERITA DUNIA
  • Entertainment
  • Fashion
  • Football
  • KULINER
  • Lifestyle
  • News
  • Politics
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Spanyol Jadi Raja Sepak Bola Dunia dengan 16 Gelar dalam 5 Tahun
  • Tak Terima Argentina Kalah, Paredes Serang Gavi hingga Diganjar Kartu Merah di Final Piala Dunia 2026
  • Piala Dunia 2030: Turnamen Bersejarah Digelar di 6 Negara dan 3 Benua
  • Kontroversi Las Malvinas Warnai Piala Dunia 2026 Argentina
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2
  • News
  • Politics
  • Football
  • Lifestyle
  • KULINER
  • BERITA DUNIA
  • Fashion
  • Entertainment
  • Travel

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In