Kebakaran hebat melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, 7 Agustus 2026. Api membakar bagian atas gedung dan membuat petugas pemadam kebakaran harus bekerja hingga Sabtu dini hari.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena Gedung Bapenda merupakan salah satu fasilitas pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Kebakaran juga terjadi pada bagian gedung yang sedang menjalani pekerjaan renovasi.
Hingga Sabtu pagi, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Namun, polisi mulai mendapatkan petunjuk mengenai lokasi yang diduga menjadi titik awal api. Pemeriksaan saksi dan penyelidikan oleh Puslabfor Bareskrim Polri masih dilakukan untuk memastikan penyebab sebenarnya.
Api Mulai Berkobar Jumat Malam
Laporan mengenai kebakaran diterima petugas sekitar pukul 21.30 WIB pada Jumat, 7 Agustus 2026. Berdasarkan keterangan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan atau Gulkarmat DKI Jakarta, api melanda lantai 11 hingga lantai 16 Gedung Bapenda.Â
Petugas kemudian mengerahkan armada dan personel untuk melakukan pemadaman. Proses penanganan berlangsung hingga Sabtu dini hari.
Menurut laporan Antara, api mulai berkobar sekitar pukul 21.00 WIB dan petugas mulai melakukan upaya pemadaman sekitar pukul 21.41 WIB. Karena kebakaran terjadi di bagian atas gedung, proses penanganan membutuhkan waktu dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.Â
Situasi di sekitar Jalan Abdul Muis juga sempat terdampak. Arus lalu lintas di kawasan tersebut ditutup sementara untuk memberikan ruang bagi kendaraan pemadam dan personel yang menangani keadaan darurat.Â
Diduga Berawal dari Lantai 11
Perkembangan terbaru mengenai asal mula kebakaran muncul pada Sabtu pagi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung menyebut adanya informasi bahwa kebakaran diduga bermula dari lantai 11. Bagian tersebut diketahui sedang menjalani proses renovasi.Â
Informasi ini menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik.
Namun, polisi belum menyatakan bahwa pekerjaan renovasi merupakan penyebab kebakaran. Lokasi yang sedang direnovasi hanya disebut sebagai titik yang diduga menjadi awal munculnya api.
Untuk menentukan penyebab sebenarnya, polisi masih mengumpulkan keterangan dari orang-orang yang berada di sekitar lokasi serta menunggu pemeriksaan Puslabfor Bareskrim Polri.
Dengan demikian, dugaan seperti korsleting listrik, aktivitas pekerjaan renovasi, atau sumber api lainnya belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran sebelum hasil penyelidikan resmi keluar.
Puslabfor Polri Turun Tangan

Polisi tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kebakaran.
Tim Puslabfor Bareskrim Polri diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian. Tim tersebut nantinya diharapkan dapat membantu menemukan titik awal api sekaligus mengidentifikasi faktor yang memicu kebakaran.
Langkah tersebut penting karena kerusakan akibat kebakaran dapat membuat sumber api sulit ditentukan hanya berdasarkan pengamatan visual.
Polisi juga harus mencocokkan kondisi lokasi dengan keterangan saksi serta berbagai temuan di lapangan.
Kapolres Jakarta Pusat mengatakan proses pemeriksaan akan dilanjutkan secara lebih mendalam terhadap orang-orang yang mengetahui kejadian sejak awal.
Polisi Periksa 10 Saksi
Penyelidikan kebakaran Gedung Bapenda DKI kini memasuki tahap pengumpulan keterangan.
Polres Metro Jakarta Pusat telah meminta keterangan dari sekitar 10 orang di sekitar lokasi. Para saksi tersebut dapat memberikan informasi mengenai kondisi gedung sebelum kebakaran maupun bagaimana api pertama kali terlihat.Â
Pemeriksaan tidak hanya diarahkan kepada orang yang berada di dalam gedung. Polisi juga menggali informasi dari pihak-pihak yang berada di sekitar Gedung Bapenda.
Langkah ini dilakukan untuk menyusun kronologi secara lebih lengkap.
Keterangan saksi menjadi semakin penting karena bagian gedung yang terbakar cukup luas, yakni dari lantai 11 hingga lantai 16.
Satu Pekerja Berhasil Dievakuasi
Di tengah proses pemadaman, petugas berhasil menyelamatkan seorang pekerja yang berada di dalam gedung.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan pekerja tersebut ditemukan dan dievakuasi dari lantai 15 sekitar pukul 01.30 WIB. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, korban dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.Â
Informasi tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam penanganan kebakaran karena sempat ada kekhawatiran mengenai kemungkinan masih adanya orang yang terjebak di dalam gedung.
Polisi kemudian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hal itu juga disampaikan Kapolres Metro Jakarta Pusat setelah proses evakuasi dan penanganan berlangsung.Â
Ratusan Personel Dikerahkan
Besarnya kobaran api membuat pengerahan petugas dilakukan dalam jumlah besar.
Metro TV melaporkan sekitar 185 personel dan 18 unit kendaraan pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran. Polda Metro Jaya juga menyiagakan 125 personel, sedangkan Kodim 0501/Jakarta Pusat menyiapkan sekitar 50 personel.Â
Besarnya jumlah personel yang terlibat menunjukkan tingkat kesulitan penanganan kebakaran gedung bertingkat.
Selain memadamkan api, petugas harus memastikan keselamatan personel, melakukan pencarian, serta mencegah api kembali muncul setelah kobaran utama berhasil dikendalikan.
Enam Lantai Gedung Terbakar
Kebakaran diketahui berdampak pada enam lantai, mulai lantai 11 hingga lantai 16.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengatakan petugas belum dapat langsung memastikan titik api ketika proses pemadaman masih berlangsung. Saat itu, tim masih melakukan pendinginan dan pemeriksaan terhadap bagian dalam gedung.Â
Setelah api berhasil dipadamkan, pekerjaan petugas belum selesai.
Tim pemadam masih harus menyisir bagian gedung yang terdampak untuk memastikan tidak terdapat titik panas yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. Pemeriksaan semacam ini menjadi bagian penting dari tahap pendinginan setelah api utama berhasil dikendalikan.
Kondisi Gedung Setelah Kebakaran
Pada Sabtu pagi, aktivitas penanganan masih terlihat di sekitar Gedung Bapenda DKI. Sejumlah kendaraan pemadam berada di Jalan Abdul Muis, sementara bau hangus masih tercium dari lokasi yang sebelumnya dilanda api.Â
Bagian gedung yang terbakar juga masih dalam pengawasan petugas.
Untuk sementara, perhatian utama pemerintah dan aparat adalah memastikan lokasi benar-benar aman sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kerusakan fisik gedung juga menjadi bagian dari evaluasi berikutnya. Namun, besarnya kerusakan dan bagian mana saja yang terdampak perlu menunggu pemeriksaan teknis setelah lokasi dinyatakan aman.
Penyebab Kebakaran Belum Boleh Disimpulkan
Munculnya informasi bahwa api diduga bermula dari lantai 11 yang sedang direnovasi memang menjadi petunjuk baru. Namun, informasi tersebut belum dapat diterjemahkan sebagai kesimpulan mengenai penyebab kebakaran.Â
Pemeriksaan Puslabfor masih diperlukan.
Hal ini penting agar tidak muncul spekulasi yang kemudian dianggap sebagai fakta. Kebakaran gedung pemerintahan membutuhkan penyelidikan menyeluruh karena penyebabnya dapat berkaitan dengan berbagai faktor.
Hingga hasil pemeriksaan resmi diumumkan, publik sebaiknya membedakan antara titik awal yang diduga dan penyebab kebakaran yang sudah terbukti.
Bapenda DKI Menjadi Sorotan
Kebakaran Gedung Bapenda DKI juga menjadi perhatian karena Bapenda memiliki peran penting dalam pengelolaan pendapatan daerah.
Badan tersebut merupakan perangkat daerah yang menjalankan fungsi penunjang urusan pemerintahan di bidang pendapatan.
Karena itu, selain aspek keselamatan, perhatian berikutnya akan tertuju pada dampak kebakaran terhadap aktivitas administrasi pemerintahan dan pelayanan yang berkaitan dengan pendapatan daerah.
Apabila terdapat ruang kerja, perangkat, atau dokumen yang terdampak, pemerintah perlu memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan.
Namun, sampai saat ini belum ada informasi terverifikasi yang menunjukkan adanya gangguan besar terhadap layanan publik akibat kebakaran tersebut.
Penyelidikan Masih Berjalan
Kebakaran Gedung Bapenda DKI kini telah memasuki tahap setelah pemadaman.
Api telah berhasil dikendalikan dan lokasi memasuki proses pendinginan. Seorang pekerja berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Di sisi lain, polisi masih memeriksa saksi dan menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor untuk mengetahui penyebab sebenarnya.Â
Petunjuk mengenai lantai 11 sebagai lokasi yang diduga menjadi awal kebakaran memberikan arah baru dalam penyelidikan. Namun, karena lantai tersebut sedang direnovasi, berbagai kemungkinan masih harus diperiksa.
Dengan demikian, perkembangan terpenting dari kasus ini bukan hanya mengenai berapa luas bagian gedung yang terbakar, tetapi juga jawaban atas pertanyaan utama: apa yang sebenarnya memicu api di Gedung Bapenda DKI?
Jawaban tersebut kini berada di tangan penyidik dan tim Puslabfor. Hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan apakah kebakaran berkaitan dengan persoalan teknis, aktivitas renovasi, instalasi listrik, atau faktor lain.
Untuk saat ini, fakta yang telah terkonfirmasi adalah kebakaran terjadi Jumat malam, melanda lantai 11 hingga 16, seorang pekerja berhasil dievakuasi, tidak ada korban jiwa, dan penyebabnya masih dalam penyelidikan.



















