Final Piala AFF 2026 kembali mempertemukan dua kekuatan terbesar sepak bola Asia Tenggara. Vietnam akan menghadapi Thailand dalam pertandingan puncak ASEAN Hyundai Cup 2026 setelah kedua negara berhasil melewati babak semifinal.
Vietnam memastikan tiket final setelah menyingkirkan Malaysia dengan agregat telak 4-0. Setelah menang 2-0 pada leg pertama di Kuala Lumpur, Vietnam kembali meraih kemenangan dengan skor sama pada leg kedua di Stadion My Dinh, Hanoi.
Dua gol pada pertandingan tersebut dicetak Nguyễn Xuân Son. Penyerang Vietnam itu mencetak gol pada menit ke-62 dan kembali menjebol gawang Malaysia pada menit ke-89. Hasil tersebut memastikan Vietnam melaju ke final sekaligus mempertahankan peluang mereka untuk kembali menjadi juara ASEAN.
Sementara itu, Thailand sudah lebih dahulu memastikan tempat di partai puncak setelah melewati semifinal. Dengan demikian, final tahun ini kembali menghadirkan rivalitas klasik antara Vietnam dan Thailand.
Vietnam Singkirkan Malaysia dengan Agregat 4-0

Vietnam tampil meyakinkan sepanjang semifinal menghadapi Malaysia.
Pada leg pertama yang berlangsung di Kuala Lumpur, tim asuhan Kim Sang-sik berhasil meraih kemenangan 2-0. Keunggulan tersebut membuat Vietnam memiliki posisi yang sangat menguntungkan sebelum pertandingan kedua di Hanoi.
Malaysia membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal tiga gol untuk membalikkan keadaan. Namun, ambisi tersebut tidak mampu diwujudkan.
Vietnam justru kembali tampil efektif pada leg kedua. Xuân Son menjadi pembeda dengan mencetak dua gol yang memastikan kemenangan 2-0.
Secara agregat, Vietnam menang 4-0 dan berhak tampil di final Piala AFF 2026.
Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan konsistensi Vietnam di bawah asuhan Kim Sang-sik.
Xuân Son Jadi Ancaman Utama Thailand
Salah satu pemain yang patut menjadi perhatian Thailand adalah Nguyễn Xuân Son.
Penyerang Vietnam tersebut menunjukkan ketajamannya ketika menghadapi Malaysia. Dua gol pada leg kedua membuat koleksi golnya di turnamen ini menjadi lima.
Menariknya, Xuân Son kini berada di posisi teratas daftar pencetak gol bersama rekan setimnya, Nguyễn Đình Bắc, yang juga telah mengoleksi lima gol.
Di kubu Thailand, Teerasak Poeiphimai berada tepat di belakang keduanya dengan empat gol. Artinya, final bukan hanya menjadi perebutan gelar juara, tetapi juga berpotensi menentukan siapa yang keluar sebagai top skor turnamen.
Xuân Son memiliki pengalaman penting karena sebelumnya juga menjadi pencetak gol terbanyak ASEAN Cup 2024 dengan tujuh gol sekaligus meraih penghargaan pemain terbaik turnamen.
Kim Sang-sik Ukir Sejarah
Keberhasilan Vietnam mencapai final juga menjadi pencapaian istimewa bagi pelatih Kim Sang-sik.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut membawa Vietnam kembali ke final setelah sebelumnya mengantarkan Golden Star Warriors menjadi juara pada edisi 2024.
Kini, dua tahun berselang, Kim kembali membawa Vietnam ke partai puncak. Ia menjadi pelatih pertama yang mengantarkan Vietnam ke final ASEAN Cup dalam dua edisi berturut-turut.
Pencapaian tersebut semakin memperkuat posisi Kim dalam sejarah sepak bola Vietnam.
Tantangannya sekarang tentu jauh lebih besar. Thailand bukan lawan sembarangan dan memiliki sejarah panjang dalam kompetisi sepak bola Asia Tenggara.
Thailand Menjadi Lawan Terakhir
Vietnam dan Thailand sudah sering bertemu dalam pertandingan penting di kawasan Asia Tenggara.
Final 2026 kembali mempertemukan kedua tim setelah mereka juga berhadapan dalam partai puncak edisi 2024. Ketika itu, Vietnam berhasil mengalahkan Thailand dengan agregat 5-3 dan merebut gelar juara.
Pertemuan kembali dua tahun kemudian membuat final kali ini memiliki cerita tersendiri.
Thailand tentu ingin membalas kekalahan sebelumnya. Sebaliknya, Vietnam memiliki motivasi untuk mempertahankan gelar dan kembali membuktikan dominasi mereka di Asia Tenggara.
Final Piala AFF 2026 Digelar Dua Leg
Berbeda dengan beberapa kompetisi yang menggunakan satu pertandingan final, ASEAN Hyundai Cup 2026 kembali menggunakan sistem dua leg.
Pertandingan pertama dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026, sedangkan leg kedua dimainkan pada 26 Agustus 2026.
Sistem tersebut membuat persaingan menjadi lebih panjang. Kedua tim tidak hanya membutuhkan satu kemenangan, tetapi harus mampu mengelola dua pertandingan dengan strategi berbeda.
Leg pertama akan menjadi kesempatan untuk mendapatkan modal sebelum pertandingan penentuan. Sementara leg kedua berpotensi menjadi laga yang menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi.
Duel Taktik Kim Sang-sik dan Thailand
Pertemuan Vietnam dan Thailand juga akan menjadi pertarungan strategi.
Kim Sang-sik telah menunjukkan bahwa Vietnam mampu bermain efektif dan memanfaatkan momentum. Kemenangan agregat 4-0 atas Malaysia menjadi bukti bahwa lini pertahanan Vietnam sulit ditembus selama semifinal.
Thailand tentunya akan memiliki pendekatan berbeda. Mereka perlu mencari cara untuk menghentikan kreativitas pemain Vietnam sekaligus membatasi ruang gerak Xuân Son dan Đình Bắc.
Pertandingan final kemungkinan berlangsung dengan tempo tinggi karena kedua tim memiliki kualitas individu dan pengalaman yang relatif kuat.
Vietnam Punya Modal Kepercayaan Diri
Vietnam memasuki final dengan kepercayaan diri tinggi.
Kemenangan empat gol tanpa balas atas Malaysia sepanjang dua leg semifinal menjadi modal penting. Selain pertahanan yang solid, lini depan Vietnam juga menunjukkan produktivitas.
Xuân Son menjadi salah satu pemain paling berbahaya setelah mencetak dua gol dalam leg kedua semifinal. Ketajamannya akan kembali dibutuhkan ketika menghadapi Thailand.
Selain itu, Vietnam juga memiliki pengalaman sebagai juara bertahan. Mereka mengetahui tekanan yang muncul dalam pertandingan final dan bagaimana mengelola dua leg untuk mengejar gelar.
Thailand Ingin Membalas Kekalahan 2024

Dari sisi Thailand, final ini merupakan kesempatan untuk membalas kekalahan pada edisi sebelumnya.
Pada final ASEAN Cup 2024, Vietnam berhasil mengalahkan Thailand dan merebut trofi. Dua tahun kemudian, kedua tim kembali bertemu pada panggung yang sama.
Situasi tersebut membuat pertandingan final semakin menarik. Thailand bukan hanya ingin menjadi juara, tetapi juga ingin mengakhiri dominasi Vietnam dalam pertemuan final terbaru.
Pertarungan kedua negara juga selalu menghadirkan tekanan psikologis. Kesalahan kecil dapat menentukan hasil pertandingan karena kualitas kedua tim cukup berimbang.
Perebutan Gelar dan Top Skor
Final Vietnam melawan Thailand juga menghadirkan persaingan individu yang menarik.
Di kubu Vietnam, Xuân Son dan Đình Bắc sama-sama mengoleksi lima gol. Sementara Thailand memiliki Teerasak yang sudah mencetak empat gol.
Dengan dua pertandingan final yang masih harus dimainkan, persaingan pencetak gol terbanyak masih sangat terbuka.
Jika Xuân Son mampu kembali mencetak gol, ia berpeluang mempertahankan gelar top skor yang diraihnya pada ASEAN Cup 2024. Namun, Đình Bắc juga memiliki peluang besar untuk merebut penghargaan tersebut.
Teerasak hanya membutuhkan satu gol untuk menyamai koleksi dua penyerang Vietnam tersebut.
Vietnam vs Thailand, Final Impian ASEAN
Pertemuan Vietnam dan Thailand di final Piala AFF 2026 menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan penggemar sepak bola Asia Tenggara.
Vietnam datang sebagai juara bertahan dengan performa impresif setelah menghancurkan Malaysia 4-0 secara agregat. Thailand juga berhasil melewati semifinal dan kini siap menghadapi rival lamanya.
Dua leg final pada 22 dan 26 Agustus akan menentukan siapa yang menjadi penguasa sepak bola Asia Tenggara tahun ini.
Bagi Vietnam, targetnya jelas: mempertahankan gelar. Bagi Thailand, pertandingan ini menjadi kesempatan membalas kekalahan pada final sebelumnya.
Dengan hadirnya Xuân Son, Đình Bắc, dan Teerasak yang sedang bersaing menjadi top skor, final tahun ini tidak hanya menjanjikan pertarungan dua tim besar, tetapi juga duel para pencetak gol terbaik ASEAN.
Satu hal yang pasti, Vietnam dan Thailand kembali bertemu di panggung terbesar sepak bola Asia Tenggara. Dan kali ini, hanya satu tim yang akan mengakhiri dua leg final dengan trofi ASEAN Hyundai Cup 2026.




















