Kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid menjadi salah satu berita terbesar di dunia sepak bola Eropa. Setelah lebih dari satu dekade berpisah, pelatih asal Portugal tersebut kembali dipercaya untuk menangani Los Blancos dalam upaya mengembalikan klub ke jalur juara setelah melewati musim yang mengecewakan.
Penunjukan Mourinho menandai dimulainya era baru di Santiago Bernabeu. Manajemen klub berharap sosok yang dikenal sebagai “The Special One” mampu membawa stabilitas, mentalitas juara, dan perubahan besar dalam skuad yang dinilai mengalami penurunan performa dalam dua musim terakhir.
Keputusan ini juga menunjukkan kepercayaan penuh Presiden Real Madrid, Florentino Perez, terhadap Mourinho. Meski hubungan keduanya sempat mengalami pasang surut pada periode pertama Mourinho di Madrid antara 2010 hingga 2013, rasa saling menghormati yang terjalin selama bertahun-tahun menjadi faktor penting di balik reuni tersebut.
Misi Mengakhiri Masa Sulit Real Madrid

Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode yang sulit bagi Real Madrid. Klub gagal meraih trofi mayor dan tidak mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang selalu melekat pada salah satu tim terbesar dunia tersebut.
Rentetan hasil kurang memuaskan membuat tekanan terhadap jajaran pelatih dan pemain semakin meningkat. Situasi ruang ganti juga dikabarkan tidak kondusif, sehingga manajemen merasa perlu melakukan perubahan besar untuk mengembalikan atmosfer kompetitif di dalam tim.
Dalam kondisi seperti itu, Mourinho dianggap sebagai sosok yang tepat untuk memimpin proses transformasi. Pengalamannya menangani klub-klub elite Eropa serta reputasinya dalam membangun mental juara menjadi alasan utama mengapa namanya kembali masuk radar Real Madrid.
Perez Percaya pada Mourinho
Florentino Perez dikenal sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar dalam setiap keputusan penting klub. Menurut berbagai laporan, nama Mourinho sebenarnya sudah muncul dalam diskusi internal sejak beberapa bulan sebelum pengumuman resmi dilakukan.
Perez diyakini masih memiliki kenangan positif terhadap pencapaian Mourinho pada periode pertamanya. Saat itu, pelatih asal Portugal tersebut berhasil menghentikan dominasi Barcelona yang berada di puncak kejayaan di bawah asuhan Pep Guardiola.
Mourinho sukses mempersembahkan gelar Copa del Rey pada musim debutnya sebelum membawa Real Madrid meraih gelar La Liga dengan rekor 100 poin dan 121 gol pada musim 2011/2012. Catatan tersebut masih dikenang sebagai salah satu musim terbaik dalam sejarah kompetisi Spanyol.
Selain itu, banyak pihak meyakini fondasi kesuksesan Real Madrid di Liga Champions pada era berikutnya juga dibangun pada masa kepemimpinan Mourinho.
Menyusun Tim Kepelatihan Baru
Salah satu langkah pertama Mourinho setelah menerima tawaran Real Madrid adalah menyusun struktur staf kepelatihan yang akan membantunya menjalankan proyek baru.
Pelatih berusia 63 tahun itu dikabarkan ingin membawa sejumlah asisten terpercaya yang selama ini bekerja bersamanya. Namun, ia juga berencana memasukkan beberapa mantan pemain Real Madrid ke dalam struktur tim untuk memperkuat hubungan antara pelatih dan skuad.
Nama Sami Khedira menjadi salah satu kandidat yang paling banyak dibicarakan. Mantan gelandang tim nasional Jerman tersebut pernah bekerja sama dengan Mourinho saat membela Real Madrid dan memiliki hubungan yang sangat baik dengan sang pelatih.
Khedira dinilai memahami budaya klub sekaligus memiliki pengalaman di level tertinggi sepak bola Eropa. Kehadirannya diyakini dapat membantu menjembatani komunikasi antara staf pelatih dan para pemain.
Revolusi di Dalam Skuad

Selain membangun staf kepelatihan, Mourinho juga mulai menyusun rencana besar terkait komposisi skuad untuk musim mendatang.
Laporan yang beredar menyebutkan bahwa Mourinho siap melakukan perombakan besar demi menciptakan tim yang sesuai dengan filosofi permainannya. Beberapa pemain dikabarkan masuk dalam daftar jual, sementara sejumlah posisi dianggap membutuhkan tambahan amunisi baru.
Meski demikian, Mourinho disebut telah menetapkan lima pemain yang tidak boleh dilepas oleh klub dalam kondisi apa pun.
Kelima pemain tersebut adalah Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Jude Bellingham, Federico Valverde, dan Arda Guler. Nama terakhir menjadi perhatian khusus karena sebelumnya sempat dikaitkan dengan kemungkinan hengkang akibat minimnya kesempatan bermain.
Mourinho diyakini melihat potensi besar dalam diri Guler dan ingin menjadikannya bagian penting dari proyek jangka panjang Real Madrid.
Fokus Perkuat Pertahanan
Salah satu area yang menjadi perhatian utama Mourinho adalah lini pertahanan. Menurut berbagai sumber, pelatih asal Portugal itu menganggap sektor belakang sebagai bagian yang paling membutuhkan pembenahan.
Real Madrid disebut sedang mencari bek kanan pelapis, bek kiri baru, serta setidaknya satu bek tengah berkualitas yang mampu menjadi pemimpin di lini belakang.
Kebutuhan tersebut muncul setelah sejumlah pertandingan musim lalu memperlihatkan rapuhnya pertahanan Madrid ketika menghadapi lawan-lawan kuat di kompetisi domestik maupun Eropa.
Mourinho dikenal sebagai pelatih yang sangat memperhatikan organisasi permainan bertahan. Karena itu, perekrutan pemain belakang diprediksi akan menjadi prioritas utama dalam bursa transfer mendatang.
Dukungan Penuh dari Manajemen
Berbeda dengan beberapa proyek sebelumnya, Mourinho kali ini disebut mendapatkan dukungan yang lebih besar dari manajemen klub.

Selain diberi kewenangan dalam menentukan kebutuhan pemain, ia juga dilibatkan dalam berbagai aspek perencanaan tim untuk jangka panjang. Hal ini menunjukkan besarnya kepercayaan yang diberikan Perez terhadap mantan pelatih Chelsea, Inter Milan, Manchester United, dan AS Roma tersebut.
Mourinho juga dikabarkan menginginkan suaranya lebih didengar dalam proses pembangunan skuad, termasuk dalam urusan transfer dan pengembangan pemain muda.
Tantangan Besar Menanti
Meski membawa pengalaman dan reputasi besar, tugas Mourinho tidak akan mudah. Kompetisi di Spanyol semakin ketat, sementara persaingan di Liga Champions terus berkembang dengan munculnya banyak klub kuat dari berbagai negara.
Selain itu, ekspektasi terhadap Real Madrid selalu berada di level tertinggi. Setiap musim tanpa trofi dianggap sebagai kegagalan, sehingga tekanan akan langsung mengiringi langkah Mourinho sejak hari pertama.
Ia juga harus memastikan ruang ganti tetap harmonis di tengah proses perubahan yang kemungkinan akan melibatkan banyak keputusan sulit terkait masa depan sejumlah pemain.
Babak Kedua Mourinho di Bernabeu
Kembalinya Mourinho ke Santiago Bernabeu menjadi salah satu reuni paling menarik dalam sepak bola modern. Setelah 13 tahun berpisah, kedua belah pihak kembali dipertemukan oleh ambisi yang sama, yaitu mengembalikan Real Madrid ke puncak kejayaan.
Dengan pengalaman yang dimiliki, dukungan penuh dari Florentino Perez, serta skuad yang masih dihuni banyak pemain bintang, Mourinho memiliki peluang besar untuk menulis babak baru yang sukses bersama Los Blancos.
Kini perhatian publik sepak bola dunia tertuju ke Madrid. Apakah Mourinho mampu mengulang kesuksesan masa lalu dan membawa Real Madrid kembali menjadi kekuatan dominan di Eropa? Jawabannya akan mulai terlihat ketika proyek besar tersebut resmi dimulai pada musim mendatang.





















