Persebaya Surabaya akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan mengangkat trofi Piala Presiden 2026. Dalam laga final yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Bajul Ijo sukses mengalahkan Persib Bandung melalui drama adu penalti dengan skor 6-5 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Gelar ini langsung disambut euforia luar biasa oleh ribuan Bonek, baik yang hadir di stadion maupun yang merayakannya di berbagai daerah.
Bagi Persebaya, keberhasilan ini bukan hanya menambah koleksi trofi pramusim, tetapi juga menjadi suntikan moral yang sangat penting menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 musim 2026/2027. Penampilan solid sepanjang turnamen membuat optimisme pendukung terhadap tim kebanggaan Kota Pahlawan kembali meningkat.
Final Berjalan Sengit Sejak Menit Awal
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persebaya dan Persib langsung menampilkan permainan terbuka. Kedua tim sama-sama berani melakukan pressing tinggi sehingga pertandingan berlangsung dengan tempo cepat.

Persebaya lebih dulu memecah kebuntuan pada menit ke-20 melalui Ramadhan Sananta. Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Persib berhasil menyamakan kedudukan tiga menit kemudian lewat Patricio Matricardi. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir.
Memasuki babak tambahan waktu, kedua tim tetap berusaha mencari gol kemenangan. Meski peluang terus tercipta di kedua sisi, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Drama Adu Penalti Penentu Juara
Babak adu penalti berlangsung penuh tekanan. Para eksekutor dari kedua tim mampu menjalankan tugasnya dengan baik sehingga persaingan berlangsung ketat.
Persebaya akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 6-5 setelah Gledson Paixao Da Silva menjadi penendang penentu. Tendangan tersebut sekaligus mengunci gelar juara Piala Presiden 2026 untuk Bajul Ijo.
Keberhasilan ini menjadi momen emosional bagi seluruh pemain, staf pelatih, dan ribuan pendukung yang sejak awal pertandingan terus memberikan dukungan tanpa henti.
Euforia Bonek Menggema
Tak lama setelah peluit akhir dibunyikan, media sosial langsung dipenuhi unggahan dari para Bonek. Tagar mengenai Persebaya dan gelar juara Piala Presiden menjadi perbincangan hangat.
Suporter yang menyaksikan pertandingan melalui layar lebar maupun televisi turut merayakan kemenangan dengan menyanyikan lagu-lagu kebanggaan Persebaya. Di beberapa titik di Surabaya dan sekitarnya, konvoi spontan juga terlihat sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan tim kesayangan mereka.
Atmosfer tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara Persebaya dan Bonek tetap menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam sepak bola Indonesia.
Mental Juara Mulai Terbentuk
Selain kualitas permainan, keberhasilan Persebaya juga menunjukkan perkembangan mental bertanding para pemain.
Dalam laga dengan tekanan tinggi menghadapi Persib, para pemain mampu menjaga fokus hingga babak adu penalti. Kepercayaan diri para eksekutor menjadi salah satu faktor penting yang membawa Bajul Ijo keluar sebagai juara.
Pelatih Persebaya pun mendapat apresiasi karena mampu menjaga keseimbangan permainan tim sepanjang turnamen.
Modal Positif Menuju Liga 1
Keberhasilan menjadi juara Piala Presiden memberikan modal berharga bagi Persebaya untuk menghadapi musim kompetisi yang sesungguhnya.
Turnamen pramusim memang bukan penentu prestasi akhir, tetapi gelar ini menunjukkan bahwa Persebaya memiliki skuad yang kompetitif dan siap bersaing di papan atas Liga 1.
Kombinasi pemain senior dan wajah-wajah baru mulai menunjukkan chemistry yang menjanjikan.
Jika konsistensi permainan dapat dipertahankan, Bajul Ijo berpeluang menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar musim ini.
Persib Tetap Memberikan Perlawanan
Meski gagal membawa pulang trofi, Persib Bandung tetap menunjukkan performa yang layak diapresiasi.
Maung Bandung mampu bangkit setelah tertinggal lebih dulu dan memaksa pertandingan berlangsung hingga adu penalti. Penampilan disiplin sepanjang laga menjadi bukti bahwa Persib juga siap menghadapi kompetisi Liga 1 dengan kekuatan yang kompetitif.
Kemenangan yang Membakar Semangat
Bagi Bonek, gelar Piala Presiden 2026 menjadi lebih dari sekadar trofi pramusim. Kemenangan dramatis atas rival kuat seperti Persib memberikan kepercayaan diri bahwa Persebaya memiliki peluang besar untuk bersaing dalam perebutan gelar di kompetisi resmi.
Sorak-sorai, nyanyian, dan perayaan yang mengiringi keberhasilan Bajul Ijo menjadi bukti bahwa semangat Bonek tetap menyala di setiap perjalanan tim.
Kini, perhatian publik akan tertuju pada bagaimana Persebaya menjaga momentum positif tersebut saat kompetisi Liga 1 resmi dimulai. Dengan modal juara Piala Presiden 2026, harapan suporter terhadap musim yang lebih sukses tentu semakin besar.






















