Persaingan menuju Super League 2026/2027 semakin menarik perhatian setelah Persija Jakarta membuat keputusan besar dengan menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut dikontrak selama tiga tahun untuk menangani Macan Kemayoran. Kehadirannya langsung meningkatkan ekspektasi terhadap Persija, terlebih klub ibu kota memasang target tinggi untuk musim baru.
Shin Tae-yong bukan sosok asing bagi sepak bola Indonesia. Sebelum bergabung dengan Persija, ia menangani Timnas Indonesia selama lima tahun. Pengalamannya membawa Indonesia mencapai babak 16 besar Piala Asia 2023 dan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi salah satu alasan Persija mempercayakan proyek jangka panjang kepadanya.Â
Kini tantangannya berbeda. Shin harus membangun Persija sebagai tim yang mampu bersaing dalam kompetisi klub dan berusaha mengakhiri dominasi Persib Bandung.
Persija Mulai Bergerak di Bursa Transfer
Kedatangan Shin Tae-yong membuat aktivitas Persija pada bursa transfer menjadi salah satu topik paling banyak dibicarakan.
Persija telah mendatangkan sejumlah pemain baru untuk memperkuat skuad. Ketika latihan perdana dimulai pada Juli, tujuh rekrutan anyar langsung bergabung. Mereka antara lain Victor Dethan, Aqil Savik, Pratama Arhan, serta empat pemain asing yaitu Kerim Memija, Denis Kolinger, Radovan Pankov, dan Kyohei Yoshino.
Namun, aktivitas transfer Persija belum berhenti.
Shin Tae-yong baru-baru ini mengungkapkan bahwa klub masih berencana menambah dua hingga tiga pemain baru untuk memperkuat kedalaman skuad menghadapi Super League 2026/2027. Menurutnya, evaluasi dari turnamen pramusim menjadi salah satu dasar untuk menentukan kebutuhan tambahan pemain.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Shin tidak ingin hanya mengandalkan skuad yang sudah tersedia. Ia tampaknya ingin memastikan Persija memiliki pilihan pemain yang cukup untuk menghadapi kompetisi panjang.
Karakter Pemain Jadi Syarat Penting Shin
Menariknya, Shin Tae-yong tidak hanya mencari pemain berdasarkan kemampuan teknis.
Dalam membangun skuad Persija, ia menegaskan pentingnya mentalitas dan kemauan bekerja keras. Pemain yang tidak mau berkorban untuk kepentingan tim tidak masuk dalam karakter yang ia inginkan.
Menurut Shin, sepak bola modern membutuhkan kerja kolektif, intensitas, dan kemauan berlari untuk membantu tim. Karena itu, perekrutan pemain baru kemungkinan tidak hanya mempertimbangkan nama besar, tetapi juga kesesuaian dengan gaya permainan yang ingin diterapkan.
Pendekatan tersebut menarik karena Persija kini memiliki kombinasi pemain berpengalaman, pemain muda, pemain Timnas Indonesia, serta pemain asing.
Tantangan Shin adalah mengubah kumpulan pemain tersebut menjadi sebuah tim yang memiliki identitas permainan yang jelas.
Persija Pasang Target Juara

Ambisi Persija pada musim baru juga terlihat dari program persiapan yang dirancang manajemen.
Persija membagi skuad untuk mengikuti dua agenda berbeda. Tim utama menjalani pemusatan latihan atau training camp di Thailand pada 27 Juli hingga 16 Agustus 2026, sementara agenda lainnya adalah Piala Presiden Elite 2026.
Shin Tae-yong menilai pemusatan latihan tersebut penting sebagai bagian dari persiapan untuk mengejar target utama pada akhir musim, yakni menjadi juara.
Target tersebut tentu tidak mudah.
Sebab, Persija harus menghadapi Persib Bandung yang baru saja mencatat sejarah dengan menjadi juara Super League tiga musim berturut-turut.
Persib Datang sebagai Juara Bertahan
Jika Persija memasuki musim baru dengan proyek Shin Tae-yong, Persib Bandung justru berstatus sebagai tim yang harus dikalahkan.
Maung Bandung menjuarai Super League 2025/2026 setelah mengumpulkan 79 poin dari 34 pertandingan. Persib unggul head-to-head atas Borneo FC yang juga mengakhiri musim dengan 79 poin.
Gelar tersebut menjadi sejarah karena Persib mencatat hattrick juara dan menjadi klub pertama di era Liga Indonesia yang meraih tiga gelar secara beruntun.
Persib juga menyelesaikan musim dengan catatan pertahanan terbaik. Mereka hanya kebobolan 22 gol dan tidak terkalahkan dalam 17 pertandingan kandang.
Namun, mempertahankan gelar justru menjadi tantangan berbeda.
Pergantian komposisi pemain membuat Persib harus kembali membangun keseimbangan tim bersama pelatih Igor Tolic.
Persib Juga Aktif di Bursa Transfer
Persib tidak tinggal diam melihat rival-rivalnya memperkuat skuad.
Maung Bandung mendatangkan beberapa pemain penting untuk musim 2026/2027. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Sandy Walsh, pemain Timnas Indonesia yang direkrut dari Buriram United.
Sandy mendapatkan kontrak selama tiga musim. Persib menyebut perekrutan tersebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang klub.
Persib juga mendatangkan winger Kroasia Luka Menalo dari FK Sarajevo. Pemain tersebut dikontrak selama satu tahun dan menjadi salah satu tambahan kekuatan di lini serang.
Selain itu, Persib memperkenalkan Ragnar Oratmangoen dan Gakuto Notsuda sebagai pemain baru pada awal Juli. Keduanya diharapkan memperkuat kedalaman skuad untuk menghadapi berbagai kompetisi musim 2026/2027.
Namun, aktivitas transfer Persib juga diwarnai kepergian pemain penting.
Striker asal Prancis Andrew Jung dilepas setelah klub menerima tawaran transfer bernilai tinggi. Pada musim 2025/2026, Jung mencetak 16 gol dan dua assist dalam 33 penampilan.
Dimas Drajad juga tidak lagi menjadi bagian dari skuad Persib setelah kedua pihak sepakat mengakhiri kerja sama secara permanen.
Persija vs Persib Kembali Jadi Duel Besar
Pertandingan Persija vs Persib hampir selalu menjadi salah satu laga yang paling dinantikan dalam kompetisi sepak bola Indonesia.
Musim depan, duel tersebut mendapatkan perhatian lebih besar karena adanya perubahan besar di kedua klub.
Persija memiliki Shin Tae-yong sebagai pelatih baru dengan ambisi membangun tim juara. Sementara Persib datang sebagai juara bertahan yang sedang berusaha mempertahankan dominasinya.
Menariknya, pertandingan Persija kontra Persib pada putaran pertama Super League 2026/2027 telah dipastikan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 12 September 2026. I.League memastikan pertandingan tersebut dapat dihadiri penonton.
Laga ini berpotensi menjadi salah satu ujian pertama yang sangat penting bagi proyek Shin Tae-yong.
I.League Punya Tantangan Besar
Persaingan Persija dan Persib juga menjadi bagian dari tantangan yang lebih besar bagi I.League sebagai operator kompetisi.
Super League 2026/2027 akan menjadi panggung bagi klub-klub untuk menunjukkan bahwa kompetisi sepak bola Indonesia semakin kompetitif.
Kehadiran Shin Tae-yong di Persija, aktivitas transfer besar Persib, serta meningkatnya kualitas pemain asing membuat persaingan musim baru diperkirakan semakin ketat.
Bagi I.League, duel klub besar seperti Persija dan Persib juga memiliki nilai komersial yang tinggi. Pertandingan dengan basis suporter besar berpotensi meningkatkan perhatian penonton, sponsor, dan media terhadap kompetisi.
Siapa yang Lebih Siap?

Jika melihat aktivitas transfer sejauh ini, Persija dan Persib memiliki pendekatan yang berbeda.
Persija membangun proyek baru bersama Shin Tae-yong. Banyak pemain baru masuk, sementara tim juga menjalani program persiapan yang dirancang untuk membentuk sistem permainan baru.
Persib berada dalam posisi yang lebih stabil karena sebagian besar fondasi juara masih menjadi bagian dari tim. Namun, kehilangan Andrew Jung dan Dimas Drajad serta masuknya sejumlah pemain baru membuat Igor Tolic tetap memiliki pekerjaan untuk menyatukan skuad.
Dengan kata lain, Persija memiliki proyek baru, sedangkan Persib berusaha mempertahankan standar juara.
Keduanya menghadapi tekanan yang berbeda.
Bursa Transfer Masih Bisa Mengubah Peta Persaingan
Satu hal yang membuat persaingan Super League 2026/2027 semakin menarik adalah bursa transfer yang belum sepenuhnya berhenti.
Persija masih membuka peluang mendatangkan dua atau tiga pemain baru. Sementara klub-klub lain juga terus memperkuat skuad masing-masing.
Artinya, komposisi kekuatan liga masih dapat berubah sebelum kompetisi berjalan penuh.
Shin Tae-yong tentu berharap tambahan pemain yang masuk mampu langsung memberikan dampak. Di sisi lain, Persib harus memastikan rekrutan barunya mampu mengisi celah yang ditinggalkan pemain-pemain penting musim lalu.
Super League 2026/2027 Menjanjikan Persaingan Sengit
Musim Super League 2026/2027 berpotensi menjadi salah satu kompetisi paling menarik karena terdapat perubahan besar di beberapa klub papan atas.
Persija memiliki Shin Tae-yong dan proyek ambisius untuk mengejar gelar. Persib datang dengan status juara tiga musim berturut-turut. Bursa transfer juga membuat kedua klub memiliki wajah yang berbeda dibanding musim sebelumnya.
Duel Persija dan Persib pada September mendatang bahkan berpotensi menjadi pertandingan yang lebih dari sekadar perebutan tiga poin.
Itu akan menjadi pertemuan antara proyek baru Shin Tae-yong dan juara bertahan Persib Bandung.
Bagi I.League, persaingan tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan kompetisi yang semakin menarik. Bagi suporter, musim 2026/2027 memberikan alasan baru untuk menantikan setiap pekan pertandingan.
Pertanyaan besarnya kini sederhana: mampukah Shin Tae-yong membawa Persija menghentikan dominasi Persib, atau Maung Bandung kembali menunjukkan mengapa mereka menjadi kekuatan utama sepak bola Indonesia?
Jawabannya akan mulai terlihat ketika Super League 2026/2027 bergulir.





















