• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Senin, September 21, 2026
CERMIN DUNIA
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    Real Madrid vs PSG di Liga Champions Wanita 2026

    Real Madrid vs PSG: Duel Sengit di Liga Champions Wanita 2026/27

    Marseille vs PSG: Duel Panas Le Classique Ligue 1 2026

    Marseille vs PSG: Le Classique Kembali, Duel Panas di Vélodrome

    Manchester City vs Sunderland: Duel Panas Premier League

    Manchester City vs Sunderland: Duel Premier League di Etihad Stadium

    AS Roma vs Inter Milan: Duel Sengit di Puncak Serie A

    AS Roma vs Inter Milan: Duel Sengit Dua Pemuncak Klasemen Serie A

    Prediksi Juventus vs NEC: Jadwal dan Skor Europa League

    Prediksi Juventus vs NEC Nijmegen: Jadwal, Kondisi Tim dan Skor Europa League

    Barcelona vs Racing Santander

    Barcelona vs Racing Santander: Jadwal, Kondisi Tim, dan Prediksi Pertandingan LaLiga

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politics
  • Football
  • BERITA DUNIA
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Travel
  • News
    Real Madrid vs PSG di Liga Champions Wanita 2026

    Real Madrid vs PSG: Duel Sengit di Liga Champions Wanita 2026/27

    Marseille vs PSG: Duel Panas Le Classique Ligue 1 2026

    Marseille vs PSG: Le Classique Kembali, Duel Panas di Vélodrome

    Manchester City vs Sunderland: Duel Panas Premier League

    Manchester City vs Sunderland: Duel Premier League di Etihad Stadium

    AS Roma vs Inter Milan: Duel Sengit di Puncak Serie A

    AS Roma vs Inter Milan: Duel Sengit Dua Pemuncak Klasemen Serie A

    Prediksi Juventus vs NEC: Jadwal dan Skor Europa League

    Prediksi Juventus vs NEC Nijmegen: Jadwal, Kondisi Tim dan Skor Europa League

    Barcelona vs Racing Santander

    Barcelona vs Racing Santander: Jadwal, Kondisi Tim, dan Prediksi Pertandingan LaLiga

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politics
  • Football
  • BERITA DUNIA
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Travel
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Football

Portugal Ditahan RD Kongo, Ronaldo Gagal Bersinar

CERMIN DUNIA by CERMIN DUNIA
Juni 18, 2026
in Football
0
Portugal Ditahan RD Kongo, Ronaldo Gagal Bersinar
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Portugal harus puas mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan. Tim asuhan Roberto Martinez hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) dalam laga Grup K yang berlangsung di Houston Stadium, Amerika Serikat.

Hasil tersebut menjadi kejutan tersendiri mengingat Portugal datang sebagai salah satu unggulan turnamen. Dengan deretan pemain bintang yang bermain di klub-klub elite Eropa, Selecao das Quinas diprediksi mampu mengatasi perlawanan tim Afrika tersebut. Namun kenyataan di lapangan berkata lain.

READ ALSO

Shin Tae-yong Jadi Sorotan Jelang Super League 2026/2027

Ferran Torres Jadi Rebutan Setelah Piala Dunia

RD Kongo tampil disiplin, penuh semangat, dan mampu memanfaatkan peluang yang mereka miliki untuk mencuri satu poin bersejarah. Sementara Portugal justru kesulitan mengembangkan permainan meski mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan.

Di tengah sorotan terhadap hasil mengecewakan itu, nama Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian. Sang megabintang yang menjalani Piala Dunia keenam dalam kariernya gagal mencetak gol dan belum mampu membawa Portugal meraih kemenangan pada laga pembuka.

Awal Sempurna Portugal

Cristiano Ronaldo

Pertandingan sebenarnya berjalan sesuai prediksi pada menit-menit awal. Portugal langsung mengambil inisiatif serangan dan menekan pertahanan RD Kongo sejak peluit pertama dibunyikan.

Hasilnya terlihat ketika laga baru berjalan enam menit. Joao Neves berhasil memanfaatkan umpan matang dari sisi kiri dan menanduk bola masuk ke gawang yang dikawal Lionel Mpasi. Gol cepat tersebut membuat banyak pihak memperkirakan Portugal akan menjalani pertandingan yang nyaman.

Keunggulan awal membuat Portugal semakin percaya diri menguasai jalannya permainan. Kombinasi Bruno Fernandes, Bernardo Silva, dan Vitinha mampu menjaga dominasi bola di lini tengah.

Namun meski mengontrol permainan, Portugal kesulitan menciptakan peluang berbahaya tambahan. Organisasi pertahanan RD Kongo yang rapi membuat Ronaldo dan rekan-rekannya kesulitan menemukan ruang di area penalti.

RD Kongo Menolak Menyerah

Yoane Wissa

Alih-alih tertekan setelah kebobolan, RD Kongo justru menunjukkan karakter yang kuat. Tim berjuluk Leopards itu perlahan mulai berani keluar menyerang dan memberikan ancaman kepada lini belakang Portugal.

Yoane Wissa menjadi pemain yang paling aktif mengganggu pertahanan lawan. Penyerang yang bermain di Liga Inggris tersebut beberapa kali berhasil menemukan ruang dan memaksa bek Portugal bekerja keras.

Usaha RD Kongo akhirnya membuahkan hasil tepat sebelum turun minum. Berawal dari situasi bola mati, Arthur Masuaku mengirim umpan silang akurat ke dalam kotak penalti.

Wissa yang lolos dari pengawalan berhasil menyundul bola dengan sempurna dan mengubah skor menjadi 1-1. Stadion langsung bergemuruh menyambut momen bersejarah tersebut.

Gol itu tidak hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga menjadi gol pertama RD Kongo sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Catatan tersebut terasa semakin spesial karena negara Afrika itu terakhir kali tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia pada tahun 1974 saat masih bernama Zaire. Kala itu mereka gagal mencetak satu gol pun selama turnamen berlangsung.

Ronaldo Pecahkan Rekor, Tetapi Gagal Bersinar

Cristiano Ronaldo

Meski gagal mencetak gol, Cristiano Ronaldo tetap mencatatkan sejarah baru. Pada usia 41 tahun 132 hari, ia menjadi pemain outfield tertua yang pernah menjadi starter dalam pertandingan Piala Dunia.

Laga melawan RD Kongo juga menjadi penampilan ke-23 Ronaldo di ajang Piala Dunia. Angka tersebut membuatnya sejajar dengan legenda Italia Paolo Maldini dalam daftar pemain dengan penampilan terbanyak di turnamen tersebut.

Namun rekor pribadi itu belum mampu menghapus kekecewaan atas hasil pertandingan. Sepanjang laga, Ronaldo terlihat kesulitan mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan berbahaya.

Beberapa peluang yang diperoleh masih belum cukup untuk menambah koleksi golnya di Piala Dunia. Hingga peluit panjang dibunyikan, sang kapten Portugal harus menerima kenyataan bahwa dirinya gagal membawa tim meraih tiga poin.

Kini Ronaldo masih memiliki kesempatan untuk mencetak sejarah lain. Jika berhasil mencetak gol dalam laga berikutnya, ia akan menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.

Kritik Thierry Henry terhadap Ronaldo

Penampilan Ronaldo juga mendapat sorotan dari legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry. Mantan penyerang Arsenal dan Barcelona tersebut menilai Ronaldo terlalu fokus mencari gol sehingga mengurangi efektivitas permainan Portugal.

Menurut Henry, ada beberapa momen ketika Ronaldo seharusnya membuka ruang bagi rekan setimnya daripada berusaha menjadi penyelesai akhir.

Salah satu situasi yang disorot terjadi pada babak kedua ketika Bruno Fernandes memiliki peluang menerima umpan di area berbahaya. Namun pergerakan Ronaldo justru menutup jalur bola dan memudahkan pertahanan RD Kongo melakukan antisipasi.

Henry berpendapat bahwa dalam situasi tersebut Portugal membutuhkan keputusan yang lebih mengutamakan kepentingan tim daripada ambisi individu untuk mencetak gol.

Meski kritik itu cukup tajam, banyak pengamat menilai hal tersebut menjadi bagian dari tantangan yang dihadapi Portugal. Tim harus mampu menemukan keseimbangan antara memaksimalkan kemampuan Ronaldo dan menjaga kelancaran permainan kolektif.

Pertahanan RD Kongo Layak Dipuji

Yoane Wissa

Selain keberhasilan mencetak gol bersejarah, salah satu faktor utama keberhasilan RD Kongo meraih hasil imbang adalah performa solid di sektor pertahanan.

Pelatih Sebastien Desabre menerapkan pendekatan yang disiplin dengan menempatkan banyak pemain di belakang bola ketika Portugal menguasai permainan. Strategi tersebut membuat ruang gerak para penyerang lawan menjadi sangat terbatas.

Bek tengah Steve Kapuadi tampil impresif dalam duel udara, sementara para gelandang bekerja keras membantu lini pertahanan sepanjang pertandingan.

Kiper Lionel Mpasi juga memberikan kontribusi penting dengan sejumlah penyelamatan yang menjaga timnya tetap berada dalam permainan.

Pendekatan kolektif inilah yang membuat Portugal hanya mampu mencatatkan sedikit peluang berbahaya meski mendominasi penguasaan bola.

Poin Bersejarah bagi Leopards

Bagi RD Kongo, hasil imbang ini terasa seperti kemenangan. Selain menjadi poin pertama mereka dalam sejarah Piala Dunia, hasil tersebut juga membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim besar dunia.

Yoane Wissa mengaku bangga dengan pencapaian timnya. Menurutnya, seluruh pemain menunjukkan kerja keras, keberanian, dan semangat juang yang luar biasa saat menghadapi salah satu favorit juara.

Pelatih Sebastien Desabre juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya yang dinilai berhasil menjalankan strategi sesuai rencana.

Keberhasilan menahan Portugal memberikan kepercayaan diri besar bagi RD Kongo untuk menghadapi dua laga berikutnya di Grup K.

Tekanan Mulai Menghampiri Portugal

Sementara itu, hasil imbang ini membuat Portugal kehilangan kesempatan meraih awal sempurna di turnamen. Meski masih menjadi favorit untuk lolos dari fase grup, tekanan kini mulai meningkat.

Pada dua pertandingan berikutnya melawan Kolombia dan Uzbekistan, Portugal dituntut tampil lebih efektif. Dominasi penguasaan bola saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan produktivitas di depan gawang.

Roberto Martinez juga perlu menemukan formula yang lebih tepat agar lini serang Portugal mampu bekerja lebih maksimal. Dengan kualitas pemain yang dimiliki, publik tentu berharap tim ini bisa tampil jauh lebih tajam.

Piala Dunia masih panjang, tetapi hasil melawan RD Kongo menjadi pengingat bahwa tidak ada pertandingan mudah di turnamen terbesar sepak bola dunia. Bagi Portugal, satu poin ini menjadi alarm bahwa mereka harus segera berbenah jika ingin melangkah jauh dan mewujudkan ambisi meraih gelar juara.

Tags: Bruno Fernandesfavorit juaraKongolegenda sepak bolaPiala DuniaRoberto Martinez

Related Posts

Shin Tae-yong Jadi Sorotan Jelang Super League 2026/2027
Football

Shin Tae-yong Jadi Sorotan Jelang Super League 2026/2027

Agustus 12, 2026
Ferran Torres Diburu PSG, Barcelona Mulai Terdesak
Football

Ferran Torres Jadi Rebutan Setelah Piala Dunia

Agustus 11, 2026
Chelsea Juara Indonesia Super Cup 2026 Usai Hancurkan Milan
Football

Chelsea Tampil Perkasa di Indonesia Super Cup 2026

Agustus 9, 2026
Euforia Bonek! Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Dramatis
Football

Euforia Bonek! Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Dramatis

Agustus 7, 2026
Final Piala Presiden 2026 Siap Sajikan Duel Bergengsi
Football

Final Piala Presiden 2026: Jadwal, Prediksi, dan Analisis

Agustus 5, 2026
Rapat Darurat FIFA Guncang Posisi Gianni Infantino
Football

Rapat Darurat FIFA Guncang Posisi Gianni Infantino, Dikabarkan Cari Dukungan Donald Trump

Agustus 4, 2026
Next Post
Meksiko Lolos ke 32 Besar Usai Tumbangkan Korea Selatan

Meksiko Lolos ke 32 Besar Usai Tumbangkan Korea Selatan

POPULAR NEWS

Manuel Neuer Resmi Pensiun dari Timnas Jerman

Manuel Neuer Resmi Pensiun dari Timnas Jerman

Juli 1, 2026
manchester city vs arsenal

Mampukah Arsenal Memutus Kutukan Manchester City demi Gelar Juara?

April 25, 2026
Mantan PM Qatar Dorong Pembentukan NATO Teluk Baru

Mantan PM Qatar Dorong Pembentukan NATO Teluk Baru

Mei 12, 2026
Investor dan Pemasok MBG Tagih Kejelasan ke BGN

Investor dan Pemasok MBG Tagih Kejelasan ke BGN

Juni 10, 2026
Chelsea Juara Indonesia Super Cup 2026 Usai Hancurkan Milan

Chelsea Tampil Perkasa di Indonesia Super Cup 2026

Agustus 9, 2026

EDITOR'S PICK

Ruben Amorim Minta Maaf ke Fans Man United Usai Gabung AC Milan

Ruben Amorim Minta Maaf ke Fans Man United Usai Latih AC Milan

Juli 9, 2026

NASA Astronauts Install High-Definition Cameras During Spacewalk

Januari 1, 2026

Estimated cost of Central Sulawesi disaster reaches nearly $1B

Januari 19, 2026
Serie A 2026/27 Dimulai, Inter Siap Pertahankan Scudetto

Serie A 2026/27 Segera Dimulai, Inter Siap Pertahankan Scudetto

Agustus 22, 2026

About

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow us

Kategori

  • BERITA DUNIA
  • Entertainment
  • Fashion
  • Football
  • KULINER
  • Lifestyle
  • News
  • Politics
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Real Madrid vs PSG: Duel Sengit di Liga Champions Wanita 2026/27
  • Marseille vs PSG: Le Classique Kembali, Duel Panas di Vélodrome
  • Manchester City vs Sunderland: Duel Premier League di Etihad Stadium
  • AS Roma vs Inter Milan: Duel Sengit Dua Pemuncak Klasemen Serie A
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2
  • News
  • Politics
  • Football
  • Lifestyle
  • KULINER
  • BERITA DUNIA
  • Fashion
  • Entertainment
  • Travel

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In