Tim nasional Meksiko menjadi tim pertama dari Grup A yang memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Korea Selatan. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Akron, Guadalajara, Jumat (19/6/2026) WIB itu berlangsung sengit dan penuh tekanan hingga menit-menit akhir.
Gol tunggal yang dicetak Luis Romo pada awal babak kedua menjadi pembeda dalam laga yang mempertemukan dua tim yang sama-sama meraih kemenangan pada pertandingan pertama fase grup. Hasil tersebut membuat El Tri mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan tak lagi terkejar oleh sebagian pesaing di grup.
Bagi Korea Selatan, kekalahan ini menjadi pukulan dalam upaya mereka mengamankan tiket ke fase gugur. Meski masih bertahan di posisi kedua klasemen sementara dengan tiga poin, peluang Taegeuk Warriors kini akan ditentukan pada laga terakhir grup.
Duel Dua Tim Pemenang Berlangsung Ketat
Pertemuan Meksiko dan Korea Selatan sejak awal diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di Grup A. Kedua tim datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sama-sama meraih kemenangan pada laga pembuka.

Meksiko sebelumnya sukses mengalahkan Afrika Selatan dengan skor 2-0, sedangkan Korea Selatan menundukkan Republik Ceko 2-1. Hasil tersebut membuat pertandingan di Guadalajara menjadi pertarungan penting dalam perebutan tiket ke babak selanjutnya.
Pelatih Javier Aguirre kembali mengandalkan kombinasi Raul Jimenez, Julian Quinones, dan Roberto Alvarado di lini depan. Sementara Korea Selatan menaruh harapan besar kepada kapten tim Son Heung-min yang didukung Lee Kang-in dan Hwang In-beom.
Sejak peluit awal dibunyikan, Meksiko langsung mencoba mengambil inisiatif serangan. Tim tuan rumah tampil agresif dengan memanfaatkan dukungan penuh para suporter yang memenuhi stadion.
Peluang pertama lahir melalui sundulan Julian Quinones yang mengarah ke gawang Korea Selatan. Namun, penjaga gawang Kim Seung-gyu masih mampu mengamankan bola tanpa kesulitan berarti.
Korea Selatan Sulit Menembus Pertahanan El Tri
Meski sempat kesulitan menguasai permainan pada awal pertandingan, Korea Selatan perlahan mulai menemukan ritme permainan mereka. Son Heung-min beberapa kali mencoba membuka ruang melalui pergerakan dari sisi sayap maupun area tengah lapangan.
Peluang terbaik Korea Selatan pada babak pertama terjadi ketika Son berhasil melepaskan bola yang hampir menghasilkan gol. Namun kapten Meksiko, Edson Alvarez, melakukan penyelamatan luar biasa di garis gawang sehingga skor tetap tidak berubah.
Lini pertahanan Meksiko tampil disiplin sepanjang pertandingan. Duet bek tengah Johan Vasquez dan Edson Alvarez berhasil meredam sebagian besar ancaman yang dibangun para pemain Korea Selatan.
Sementara itu, lini tengah Meksiko yang diperkuat Luis Romo dan Erik Lira mampu mengontrol tempo permainan dengan baik. Mereka tidak hanya aktif dalam membantu pertahanan, tetapi juga menjadi penghubung serangan yang efektif.
Hingga turun minum, kedua tim gagal memanfaatkan peluang yang tercipta. Skor imbang tanpa gol menutup babak pertama.
Blunder Kiper Jadi Awal Petaka Korea Selatan
Awal babak kedua menjadi titik balik pertandingan. Saat Korea Selatan mencoba meningkatkan intensitas permainan, kesalahan fatal justru terjadi di area pertahanan mereka.
Pada menit ke-50, sebuah bola yang tampak tidak berbahaya gagal diamankan secara sempurna oleh kiper Kim Seung-gyu. Bola terlepas dari tangkapannya dan jatuh tepat di depan Luis Romo yang berada dalam posisi ideal.
Tanpa membuang kesempatan, gelandang Meksiko itu langsung melepaskan sontekan keras yang bersarang ke dalam gawang. Stadion Akron pun bergemuruh menyambut gol yang membuat tuan rumah unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi pukulan mental bagi Korea Selatan yang sebenarnya tampil cukup solid sepanjang pertandingan. Kesalahan kecil di level kompetisi tertinggi seperti Piala Dunia terbukti dapat berujung pada konsekuensi besar.
Son Heung-min dan Rekan-rekan Berusaha Bangkit
Tertinggal satu gol membuat Korea Selatan meningkatkan tekanan. Pelatih Hong Myung-bo melakukan sejumlah perubahan untuk menambah daya gedor timnya.
Son Heung-min tetap menjadi motor serangan dengan mencoba memanfaatkan kecepatannya untuk membongkar pertahanan lawan. Lee Kang-in dan Hwang In-beom juga beberapa kali berupaya menciptakan peluang melalui kombinasi umpan-umpan pendek.
Meski demikian, pertahanan Meksiko tampil sangat disiplin. Setiap upaya serangan Korea Selatan selalu mendapat tekanan cepat sehingga sulit berkembang menjadi peluang matang.
Kondisi ini membuat para pemain Korea Selatan terlihat terburu-buru saat memasuki sepertiga akhir lapangan. Beberapa peluang yang tercipta gagal dimaksimalkan karena penyelesaian akhir yang kurang tenang.
Di sisi lain, Meksiko justru hampir menggandakan keunggulan melalui serangan balik cepat. Raul Jimenez memperoleh peluang emas pada menit ke-75, namun tendangannya masih mampu diblok oleh kiper Korea Selatan.
Raul Rangel Jadi Tembok Terakhir Meksiko
Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, Korea Selatan terus menekan demi mencari gol penyeimbang. Peluang terbaik mereka datang pada menit ke-87 melalui Cho Gue-sung yang masuk sebagai pemain pengganti.
Penyerang tersebut melepaskan sundulan keras dari jarak dekat yang mengarah ke gawang Meksiko. Namun kiper Raul Rangel menunjukkan refleks luar biasa dengan menepis bola tepat di depan garis gawang.
Situasi semakin menegangkan ketika bola rebound kembali jatuh ke arah Cho Gue-sung. Beruntung bagi Meksiko, Rangel kembali sigap mengamankan bola sebelum masuk ke gawang.
Penyelamatan ganda tersebut menjadi salah satu momen krusial yang memastikan keunggulan Meksiko tetap terjaga hingga akhir pertandingan.
Tambahan waktu enam menit yang diberikan wasit juga tidak mampu dimanfaatkan Korea Selatan untuk mencetak gol. Peluit panjang akhirnya berbunyi dengan skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Meksiko Jadi Tim Pertama yang Lolos dari Grup A
Kemenangan atas Korea Selatan membuat Meksiko mengoleksi enam poin sempurna dari dua pertandingan. Raihan tersebut memastikan mereka menjadi tim pertama dari Grup A yang mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Selain mencatatkan hasil sempurna, Meksiko juga menunjukkan keseimbangan yang baik antara lini serang dan pertahanan. Dalam dua pertandingan awal, mereka berhasil mencetak tiga gol tanpa kebobolan.
Pelatih Javier Aguirre pun memiliki alasan untuk optimistis menatap fase gugur. Pengalaman para pemain senior seperti Raul Jimenez dan Edson Alvarez berpadu baik dengan energi pemain muda yang tampil impresif sepanjang turnamen.
Sementara itu, Korea Selatan masih memiliki peluang untuk lolos. Mereka akan menghadapi Afrika Selatan pada laga terakhir grup dalam pertandingan yang sangat menentukan.
Dengan tiga poin yang sudah dikumpulkan, kemenangan akan cukup untuk mengamankan posisi mereka di fase berikutnya. Namun, kekalahan dari Meksiko menjadi pengingat bahwa konsentrasi dan efektivitas permainan akan sangat menentukan nasib mereka di turnamen ini.
Bagi Meksiko, hasil ini bukan sekadar tiket ke babak gugur. Kemenangan atas Korea Selatan juga menjadi sinyal kuat bahwa El Tri siap menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026.




















