• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Rabu, Mei 20, 2026
CERMIN DUNIA
No Result
View All Result
  • Login
  • News

    Crashed Lion Air Jet Had Faulty Speed Readings on Last 4 Flights

    Police Officers From The K9 Unit During A Operation To Find Victims

    People Tiring of Demonstration, Except Protesters in Jakarta

    Limited underwater visibility hampers search for flight JT610

    Search Teams Recover Seats, Wheels From Indonesia Jet Crash Site

    Mount Rinjani to be closed following the Lombok earthquake

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politics
  • Football
  • BERITA DUNIA
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Travel
  • News

    Crashed Lion Air Jet Had Faulty Speed Readings on Last 4 Flights

    Police Officers From The K9 Unit During A Operation To Find Victims

    People Tiring of Demonstration, Except Protesters in Jakarta

    Limited underwater visibility hampers search for flight JT610

    Search Teams Recover Seats, Wheels From Indonesia Jet Crash Site

    Mount Rinjani to be closed following the Lombok earthquake

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politics
  • Football
  • BERITA DUNIA
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Travel
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Teknologi

Google Rilis Gemini Omni, AI Video dan Asisten Pintar

CERMIN DUNIA by CERMIN DUNIA
Mei 20, 2026
in Teknologi
0
Google Rilis Gemini Omni, AI Video dan Asisten Pintar
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Google kembali mencuri perhatian dunia teknologi lewat ajang tahunan Google I/O 2026 yang digelar di Mountain View, California, Amerika Serikat. Dalam acara tersebut, perusahaan teknologi raksasa itu memperkenalkan sejumlah inovasi kecerdasan buatan (AI) terbaru, termasuk Gemini Omni, Gemini 3.5 Flash, hingga Gemini Intelligence.

Peluncuran teknologi baru ini menegaskan ambisi Google untuk memperluas kemampuan AI generatif ke berbagai sektor, mulai dari pembuatan video, produktivitas kerja, hingga integrasi mendalam pada perangkat Android.

READ ALSO

BYD M6 DM Meluncur, Harga Diprediksi Lebih Murah

Completion Of Jeneponto Wind Farm Accelerated To July

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Gemini Omni. Model AI terbaru ini disebut sebagai sistem “any-to-any”, yang artinya mampu menerima berbagai jenis input seperti teks, gambar, audio, dan video untuk kemudian menghasilkan konten baru secara otomatis.

Google menyebut Gemini Omni sebagai evolusi lanjutan dari Nano Banana, model AI yang sebelumnya difokuskan pada pengeditan gambar. Kini kemampuan tersebut diperluas ke generasi video berbasis AI dengan kualitas yang jauh lebih realistis.

Lewat Gemini Omni, pengguna dapat membuat video hanya dengan mengetik instruksi sederhana menggunakan bahasa sehari-hari. Sistem AI akan memahami perintah tersebut dan mengubah isi video sesuai kebutuhan pengguna.

Teknologi ini membuat proses editing video menjadi jauh lebih praktis karena tidak lagi membutuhkan software rumit maupun kemampuan editing profesional.

Sebagai contoh, pengguna dapat meminta AI untuk mengubah objek tertentu di dalam video, menambahkan karakter baru, mengganti latar, hingga mengubah suasana adegan hanya lewat percakapan seperti sedang chatting.

Google mengklaim Gemini Omni memiliki kemampuan memahami konteks visual dan hukum fisika lebih baik dibanding model AI sebelumnya. Teknologi tersebut membuat gerakan dalam video tampak lebih alami dan realistis.

AI ini juga mampu memahami dinamika fluida, gravitasi, energi kinetik, hingga simulasi gerakan kompleks lainnya sehingga hasil video terlihat lebih hidup.

Selain menghasilkan video hiburan, Gemini Omni juga dapat digunakan untuk membuat video penjelasan atau explainer video secara otomatis. Pengguna hanya perlu memberikan prompt singkat, lalu AI akan memvisualisasikan konsep rumit menjadi video yang mudah dipahami.

Google juga menghadirkan fitur Avatars dalam Gemini Omni. Melalui fitur ini, pengguna bisa membuat avatar digital menggunakan wajah dan suara mereka sendiri.

Avatar tersebut nantinya dapat digunakan untuk membuat video AI yang terlihat seperti pengguna asli. Teknologi ini diprediksi akan dimanfaatkan untuk kebutuhan presentasi, konten media sosial, pembelajaran online, hingga layanan pelanggan berbasis virtual.

Untuk mengurangi risiko penyalahgunaan AI, Google menyematkan watermark digital SynthID pada seluruh video hasil Gemini Omni. Penanda digital ini memungkinkan pengguna mengetahui apakah sebuah video dibuat menggunakan AI atau bukan.

Model pertama dari keluarga Omni yang dirilis Google adalah Gemini Omni Flash. Saat ini layanan tersebut mulai tersedia secara global untuk pelanggan Google AI Plus, Pro, dan Ultra melalui aplikasi Gemini dan Google Flow.

Tak hanya itu, teknologi ini juga mulai diintegrasikan ke YouTube Shorts dan YouTube Create tanpa biaya tambahan.

Dalam ajang tahunan Google I/0 2026 yang digelar di Mountain View, California, AS, Selasa (19/5/2026), Google memperkenalkan model AI terbaru bernama Gemini Omni. Model AI ini bisa membuat dan mengedit video dari teks, gambar, video, hingga suara.

Selain Gemini Omni, Google juga memperkenalkan Gemini 3.5 Flash. Model AI terbaru ini diklaim memiliki performa tinggi setara AI kelas premium, tetapi dengan biaya operasional yang lebih hemat dan proses lebih cepat.

CEO Google, Sundar Pichai, menjelaskan bahwa Gemini 3.5 Flash dirancang untuk membantu perusahaan mengurangi biaya penggunaan AI berskala besar, terutama yang berkaitan dengan konsumsi token.

Dalam sistem AI generatif, token merupakan unit data yang diproses AI ketika memahami pertanyaan maupun menghasilkan jawaban. Semakin panjang dokumen atau percakapan yang diproses, semakin besar pula biaya komputasi yang dibutuhkan.

Menurut Pichai, perusahaan yang memproses sekitar satu triliun token AI per hari melalui Google Cloud dapat menghemat lebih dari 1 miliar dollar AS per tahun jika menggunakan Gemini 3.5 Flash.

Model AI ini dirancang untuk kebutuhan agentic AI, yakni AI yang mampu bekerja lebih mandiri dalam menyelesaikan tugas kompleks secara bertahap.

Gemini 3.5 Flash dapat digunakan untuk coding otomatis, penggunaan tools digital, analisis data, pengambilan keputusan, hingga pengelolaan workflow secara otomatis.

Google juga menyebut model ini mendukung kemampuan multimodal, artinya bisa memproses teks, gambar, video, audio, dan dokumen PDF sekaligus.

Dalam pengujian internal Google, Gemini 3.5 Flash menunjukkan performa tinggi di berbagai benchmark AI modern.

Untuk kategori coding agentic, model ini meraih skor lebih tinggi dibanding beberapa model AI populer lain. Selain itu, performanya juga dinilai sangat baik dalam analisis grafik kompleks dan workflow multitahap.

Google mengklaim Gemini 3.5 Flash mampu menghadirkan performa AI kelas frontier dengan latensi rendah dan biaya jauh lebih murah dibanding model AI sebelumnya.

Saat ini Gemini 3.5 Flash masih tersedia dalam tahap preview dan dapat digunakan melalui aplikasi Gemini, Google AI Studio, Android Studio, hingga platform Gemini Enterprise.

Tak berhenti di situ, Google juga memperkenalkan Gemini Intelligence dalam acara The Android Show I/O Edition 2026.

Gemini Intelligence merupakan sistem AI baru yang dirancang layaknya asisten pribadi digital. Teknologi ini mampu menjalankan berbagai tugas otomatis di latar belakang tanpa perlu banyak interaksi pengguna.

AI tersebut bisa mencari informasi, merangkum data, mengisi formulir otomatis, hingga membantu aktivitas browsing di internet.

Salah satu fitur menariknya adalah Rambler di Gboard, yang memungkinkan pengguna berbicara secara natural lengkap dengan jeda seperti “eh”, “hmm”, atau campuran bahasa. AI kemudian akan mengubah suara tersebut menjadi teks rapi secara otomatis.

Namun, Gemini Intelligence memiliki syarat perangkat yang cukup tinggi. Google mewajibkan perangkat memiliki RAM minimal 12 GB serta dukungan sistem AICore dan Gemini Nano generasi terbaru.

Karena itu, hanya sejumlah perangkat flagship terbaru yang mendukung fitur AI canggih tersebut, termasuk Galaxy S26 series, Pixel 10 series, OPPO Find X9, hingga Vivo X300 Pro.

Google menilai perkembangan AI generatif akan menjadi fondasi utama ekosistem digital masa depan. Lewat Gemini Omni, Gemini 3.5 Flash, dan Gemini Intelligence, perusahaan ingin menghadirkan AI yang lebih cepat, efisien, dan mampu membantu aktivitas pengguna secara lebih alami.

Persaingan teknologi AI global pun diprediksi akan semakin panas, terutama setelah Google mulai menghadirkan kemampuan video generatif dan asisten AI pintar langsung ke perangkat sehari-hari.

Tags: Gemini 3.5 FlashGoogleNano Banana

Related Posts

BYD M6 DM Meluncur, Harga Diprediksi Lebih Murah
Teknologi

BYD M6 DM Meluncur, Harga Diprediksi Lebih Murah

Mei 19, 2026
BERITA DUNIA

Completion Of Jeneponto Wind Farm Accelerated To July

Januari 10, 2026
News

Police Officers From The K9 Unit During A Operation To Find Victims

April 25, 2026
News

Limited underwater visibility hampers search for flight JT610

Januari 2, 2026
Teknologi

NASA Astronauts Install High-Definition Cameras During Spacewalk

Januari 1, 2026
BERITA DUNIA

Finland Has An Education System The Other Country Should Learn From

Desember 31, 2025

POPULAR NEWS

manchester city vs arsenal

Mampukah Arsenal Memutus Kutukan Manchester City demi Gelar Juara?

April 25, 2026
Lewandowski Tinggalkan Barcelona Akhir Musim Ini

Lewandowski Tinggalkan Barcelona Akhir Musim Ini

Mei 17, 2026

Police Officers From The K9 Unit During A Operation To Find Victims

April 25, 2026
atalanta vs bayer munchen

Atalanta vs Bayern Munchen: Uji Nyali Sang Kuda Hitam di Hadapan Raksasa Bavaria

April 18, 2026

Finland Has An Education System The Other Country Should Learn From

Desember 31, 2025

EDITOR'S PICK

Here Are 6 Top Brands And Designers To Look Out For The Next Year

Desember 10, 2025
AS Longgarkan Aturan Visa untuk Suporter Piala Dunia

AS Longgarkan Aturan Visa untuk Suporter Piala Dunia

Mei 14, 2026

What Your Legs Could Be Telling You About Your Heart Health

Desember 28, 2025
Pep Guardiola dan Misi Balas Dendam di Wembley

Pep Guardiola dan Misi Balas Dendam di Wembley

Mei 16, 2026

About

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow us

Kategori

  • BERITA DUNIA
  • Entertainment
  • Fashion
  • Football
  • KULINER
  • Lifestyle
  • News
  • Politics
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Google Rilis Gemini Omni, AI Video dan Asisten Pintar
  • BYD M6 DM Meluncur, Harga Diprediksi Lebih Murah
  • Dendam Dipecat, Saudara Kembar Hapus Data Pemerintah
  • Lewandowski Tinggalkan Barcelona Akhir Musim Ini
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2
  • News
  • Politics
  • Football
  • Lifestyle
  • KULINER
  • BERITA DUNIA
  • Fashion
  • Entertainment
  • Travel

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In