Manchester United akan memulai perjalanan mereka di Liga Champions 2026/27 dengan menjamu Sabah FK di Old Trafford, Kamis (10/9/2026). Bagi Setan Merah, pertandingan ini menjadi momen penting setelah tiga musim tidak tampil di kompetisi elite Eropa tersebut.
Sementara itu, Sabah FK datang dengan status sebagai pendatang baru. Klub asal Azerbaijan itu untuk pertama kalinya mencapai fase liga Liga Champions setelah melewati empat babak kualifikasi.
Di atas kertas, Manchester United memiliki keunggulan yang sangat besar. Pengalaman, kualitas pemain, sejarah di Eropa, serta keuntungan bermain di Old Trafford membuat tim asuhan Michael Carrick menjadi favorit.
Namun, pertandingan ini tidak sepenuhnya bisa dianggap mudah. Sabah telah menunjukkan mentalitas kuat sepanjang perjalanan menuju fase liga dan memiliki produktivitas yang cukup mengesankan.
Manchester United Kembali ke Liga Champions
Pertandingan melawan Sabah menandai kembalinya Manchester United ke Liga Champions setelah absen selama tiga musim. Ini sekaligus menjadi penampilan ke-26 United di kompetisi tersebut, sebuah rekor bagi klub Inggris.
United terakhir kali tampil di Liga Champions pada musim 2023/24. Saat itu mereka gagal melewati fase grup setelah hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan.
Kembalinya klub ke kompetisi elite Eropa tentu membawa ekspektasi besar. Apalagi Manchester United memiliki sejarah panjang di Liga Champions dan pernah mengangkat trofi tersebut sebanyak tiga kali.
Musim ini, target utama United tentu bukan sekadar tampil. Mereka ingin kembali menjadi salah satu kekuatan utama Eropa.
Namun, langkah pertama harus dilakukan dengan benar. Menghadapi tim seperti Sabah di kandang sendiri adalah kesempatan ideal bagi United untuk mengamankan tiga poin.
Performa Manchester United Masih Belum Stabil

Meski menjadi favorit, Manchester United tidak memasuki pertandingan dengan performa yang sepenuhnya meyakinkan.
Setelah tiga pertandingan Premier League, United baru mengumpulkan empat poin. Mereka sempat kalah 0-2 dari Hull City, kemudian bangkit dengan kemenangan atas Ipswich Town sebelum bermain imbang 2-2 melawan Everton.
Hasil imbang melawan Everton bahkan terasa mengecewakan. United dua kali berada dalam posisi unggul melalui gol Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko, tetapi Everton mampu menyamakan kedudukan pada masa injury time.
Michael Carrick tentu berharap pertandingan melawan Sabah menjadi momentum untuk memperbaiki konsistensi.
Masalah pertahanan menjadi salah satu perhatian utama. United menunjukkan kemampuan menyerang yang cukup baik, tetapi masih kerap memberikan kesempatan kepada lawan untuk mencetak gol.
Jika kelemahan tersebut kembali terlihat ketika menghadapi Sabah, tim tamu berpotensi memberikan kejutan.
Bruno Fernandes Jadi Pemain Kunci
Salah satu pemain yang paling diharapkan menjadi pembeda adalah Bruno Fernandes.
Kapten Manchester United tersebut memiliki peran penting dalam membangun serangan, menciptakan peluang, sekaligus memberikan ancaman dari lini kedua.
Fernandes juga mengawali musim dengan kontribusi gol yang positif. Dalam kemenangan atas Ipswich, ia mencetak hat-trick dan menunjukkan kembali kualitasnya sebagai pemain yang mampu menentukan pertandingan.
Menghadapi Sabah, Fernandes diperkirakan akan mendapatkan banyak ruang untuk mengatur permainan.
Jika United mampu menguasai lini tengah, kreativitas Fernandes bisa menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan tim Azerbaijan tersebut.
Selain Fernandes, perhatian juga tertuju kepada Benjamin Sesko. Striker Slovenia itu mencetak gol ketika United bermain melawan Everton dan kembali masuk dalam pilihan utama Carrick.
Benjamin Sesko Bisa Jadi Ancaman
Sesko menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas Manchester United.
Penyerang tersebut memiliki kombinasi postur, kecepatan, dan kemampuan penyelesaian akhir yang membuatnya berbahaya ketika mendapatkan suplai bola di kotak penalti.
Dalam pertandingan terbaru melawan Everton, Sesko berhasil mencetak gol. Ia juga dipercaya menjadi starter saat United menghadapi Sabah.
Kemampuan Sesko dalam memanfaatkan ruang akan sangat penting karena Sabah kemungkinan besar bermain lebih defensif dibandingkan lawan-lawan United di Premier League.
United membutuhkan pergerakan tanpa bola dari Sesko untuk membuka ruang bagi Fernandes maupun pemain sayap.
Sabah FK Hadir Sebagai Underdog
Di kubu lain, Sabah FK datang ke Old Trafford dengan status underdog.
Klub Azerbaijan tersebut didirikan pada 2017 dan dalam waktu kurang dari satu dekade berhasil berkembang hingga menjadi juara domestik dan menembus Liga Champions.
Perjalanan Sabah menuju fase liga bahkan harus melewati empat babak kualifikasi. Mereka berhasil menyingkirkan The New Saints, KuPS, Aarhus GF, dan Hapoel Be’er Sheva.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Sabah bukan tim yang bisa dianggap remeh.
Mereka juga memiliki catatan positif di kompetisi domestik. Sabah mengawali musim dengan tiga kemenangan dari tiga pertandingan dan berada di papan atas Liga Azerbaijan.
Artinya, tim tamu datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Valdas Dambrauskas Punya Cerita Menarik
Pertandingan ini juga menjadi momen spesial bagi pelatih Sabah, Valdas Dambrauskas.
Pelatih asal Lithuania tersebut memiliki hubungan unik dengan sepak bola Inggris dan bahkan pernah bekerja di Manchester United Soccer Schools pada awal perjalanan karier kepelatihannya.
Kini, lebih dari dua dekade kemudian, Dambrauskas kembali ke Manchester untuk menghadapi klub raksasa tersebut sebagai pelatih lawan di Liga Champions.
Perjalanan kariernya sangat menarik. Dambrauskas pernah melakukan berbagai pekerjaan sambil mengejar impian menjadi pelatih sepak bola sebelum secara bertahap mendapatkan kesempatan menangani klub profesional.
Di Sabah, ia berhasil membawa klub tersebut meraih gelar liga dan piala Azerbaijan dalam musim pertamanya. Kini ia membawa Sabah ke panggung terbesar sepak bola Eropa.
Pertandingan melawan Manchester United tentu menjadi salah satu momen terbesar dalam kariernya.
Sabah Punya Senjata di Lini Serang
Meski diprediksi lebih banyak bertahan, Sabah memiliki kemampuan mencetak gol.
Mereka mencetak gol dalam seluruh 11 pertandingan yang telah dimainkan musim ini dan menghasilkan 18 gol dalam delapan pertandingan kualifikasi Liga Champions.
Statistik tersebut memperlihatkan bahwa Sabah tidak hanya mengandalkan pertahanan.
Mereka berpotensi mencoba memanfaatkan serangan balik ketika United terlalu banyak mengirim pemain ke depan.
United harus berhati-hati ketika kehilangan bola. Jika lini pertahanan terlalu tinggi dan pemain Sabah mendapatkan ruang, pertandingan dapat berubah menjadi jauh lebih sulit bagi tuan rumah.
Pengalaman Eropa Menjadi Keunggulan United
Perbedaan pengalaman kedua tim sangat mencolok.
Manchester United telah berkali-kali tampil di Liga Champions dan memiliki pemain yang terbiasa menghadapi tekanan pertandingan besar.
Sabah justru baru pertama kali berada di fase liga.
UEFA mencatat bahwa kedua klub belum pernah bertemu sebelumnya dan tidak ada pertemuan sebelumnya antara kedua tim maupun klub dari negara masing-masing.
Kondisi ini membuat pertandingan menjadi sesuatu yang baru bagi kedua belah pihak.
Namun, pengalaman United di Old Trafford dan atmosfer Liga Champions kemungkinan menjadi keuntungan besar bagi tuan rumah.
United Harus Memanfaatkan Bola Mati
Salah satu area yang dapat menjadi pembeda adalah situasi bola mati.
Manchester United memiliki pemain dengan kemampuan duel udara dan eksekusi bola mati yang cukup baik. Bruno Fernandes juga dapat menjadi ancaman dari tendangan bebas maupun umpan silang.
Sabah kemungkinan akan bermain dengan blok pertahanan yang lebih rendah. Karena itu, menciptakan ruang melalui permainan terbuka mungkin tidak selalu mudah.
Situasi bola mati dapat menjadi jalan keluar ketika United mengalami kebuntuan.
Gol cepat juga sangat penting. Jika United mampu mencetak gol pada babak pertama, Sabah kemungkinan harus mengubah pendekatan dan bermain lebih terbuka.
Kondisi tersebut dapat menciptakan ruang tambahan bagi lini depan United.
Prediksi Susunan Pemain
Michael Carrick diperkirakan tetap mengandalkan formasi yang memberikan kebebasan kepada Bruno Fernandes untuk bergerak di belakang striker.
Benjamin Sesko menjadi kandidat utama di lini depan. Marcus Rashford juga dapat memberikan ancaman melalui sisi kiri setelah tampil aktif ketika menghadapi Everton.
Di lini belakang, Leny Yoro menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan. Ia dipercaya tampil untuk memberikan kecepatan dan kontrol tambahan di lini pertahanan. Luke Shaw sendiri tidak dimainkan sebagai starter dalam laga ini karena pertimbangan kebugaran.
Sabah kemungkinan akan menggunakan pendekatan yang lebih pragmatis. Mereka harus menjaga jarak antarlini tetap rapat dan mengandalkan serangan balik ketika United kehilangan bola.
Prediksi Manchester United vs Sabah
Manchester United jelas menjadi favorit utama.
Keuntungan bermain di Old Trafford, pengalaman Liga Champions, kedalaman skuad, serta kualitas individu membuat Setan Merah berada beberapa tingkat di atas Sabah.
Namun, catatan pertahanan United membuat kemenangan telak tidak bisa dianggap otomatis. Sabah memiliki produktivitas bagus dan telah membuktikan diri mampu melewati empat babak kualifikasi untuk mencapai fase liga.
United kemungkinan menguasai bola sejak awal dan mencoba mencetak gol cepat. Sabah akan berusaha bertahan dengan disiplin sembari menunggu peluang melalui serangan balik.
Jika United mampu mencetak gol pada babak pertama, pertandingan kemungkinan akan semakin terbuka.
Prediksi skor: Manchester United 3-1 Sabah FK.
Prediksi tersebut juga berada di kisaran sejumlah analisis pra-pertandingan yang tetap menempatkan United sebagai favorit kuat, meskipun Sabah diperkirakan mampu memberikan perlawanan.
Kesimpulan
Manchester United vs Sabah FK bukan hanya pertandingan antara dua klub dengan perbedaan sejarah yang sangat jauh. Laga ini juga mempertemukan dua cerita menarik.
United sedang berusaha membangun kembali reputasinya di Eropa setelah tiga musim absen dari Liga Champions. Sementara itu, Sabah menikmati momen bersejarah setelah klub yang baru berdiri pada 2017 tersebut berhasil mencapai fase liga kompetisi elite Eropa.
Secara kualitas, United tetap berada di posisi yang jauh lebih unggul.
Namun, Michael Carrick tidak boleh menganggap pertandingan ini sebagai laga mudah. Performa United di awal musim masih belum konsisten, sedangkan Sabah datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melewati perjalanan panjang di babak kualifikasi.
Bruno Fernandes dan Benjamin Sesko diprediksi menjadi dua pemain yang dapat menentukan hasil pertandingan untuk United. Di kubu Sabah, keberanian dan organisasi permainan akan menjadi kunci jika mereka ingin menciptakan kejutan di Old Trafford.
Bagi Manchester United, kemenangan menjadi target utama. Tiga poin akan memberikan awal positif dalam perjalanan panjang fase liga Liga Champions.
Prediksi akhir: Manchester United 3-1 Sabah FK.





















