Paris Saint-Germain kembali menunjukkan dominasinya di Eropa. Klub asal Prancis tersebut berhasil memenangkan Piala Super UEFA 2026 setelah mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Salzburg, Austria, Rabu 12 Agustus 2026.
Kemenangan tersebut sekaligus membuat PSG mempertahankan trofi Piala Super UEFA yang mereka raih pada 2025. Pada final tahun sebelumnya, PSG mengalahkan Tottenham Hotspur melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir 2-2.
Kesuksesan beruntun tersebut menjadi pencapaian istimewa. PSG kini menjadi klub ketiga dalam sejarah yang mampu mempertahankan gelar Piala Super UEFA dalam dua musim berturut-turut. Sebelumnya, pencapaian tersebut dilakukan AC Milan dan Real Madrid.
Pertandingan Berlangsung Ketat
PSG datang ke pertandingan sebagai juara Liga Champions UEFA 2025/26. Sementara itu, Aston Villa berstatus juara Liga Europa setelah menaklukkan Freiburg di final.
Secara kualitas skuad, PSG lebih diunggulkan. Namun, Aston Villa tidak datang sekadar sebagai pelengkap. Klub Inggris tersebut sedang membangun reputasi baru setelah berhasil mengakhiri penantian panjang untuk meraih trofi Eropa.
Pertandingan di Salzburg akhirnya berjalan cukup sengit. PSG mampu membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui Khvicha Kvaratskhelia.
Gol tersebut membuat PSG berada dalam posisi yang lebih nyaman. Namun, Aston Villa memberikan respons sebelum babak pertama berakhir.
Brian Madjo mencetak gol penyama kedudukan sehingga skor menjadi 1-1. Bagi Madjo, gol tersebut memiliki arti khusus karena menjadi gol pertamanya untuk Aston Villa dalam pertandingan resmi sekaligus menjadikannya pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super UEFA.
Désiré Doué Menjadi Penentu

Memasuki babak kedua, PSG kembali meningkatkan tekanan. Hasilnya terlihat pada menit ke-61.
Désiré Doué berhasil membawa PSG kembali unggul. Skor berubah menjadi 2-1 dan bertahan hingga pertandingan selesai.
Aston Villa sebenarnya berusaha mencari gol kedua. Namun, pertahanan PSG mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Dengan hasil tersebut, PSG kembali mengangkat trofi Piala Super UEFA di Salzburg.
PSG Semakin Dominan di Eropa
Kemenangan atas Aston Villa semakin memperkuat posisi PSG sebagai salah satu klub paling dominan dalam sepak bola Eropa saat ini.
Kesuksesan tersebut tidak berdiri sendiri. PSG sebelumnya menjadi juara Liga Champions 2025/26 dan kemudian mampu mengalahkan juara Liga Europa dalam pertandingan Piala Super UEFA.
Luis Enrique juga terus menambah koleksi trofi selama menangani klub Paris tersebut. Menurut Reuters, kemenangan atas Villa menjadi trofi ke-13 bagi Enrique sejak bergabung dengan PSG pada 2023.
Menariknya, keberhasilan mempertahankan Piala Super UEFA juga memperlihatkan konsistensi PSG dalam menghadapi awal musim yang penuh tantangan.
Sebelum pertandingan, Enrique sempat mengingatkan bahwa PSG tidak berada dalam kondisi persiapan ideal. Sejumlah pemain baru saja menjalani Piala Dunia dan memiliki waktu yang terbatas untuk kembali berlatih bersama klub.
Karena itu, kemenangan 2-1 atas Aston Villa menjadi hasil yang cukup penting secara psikologis.
Aston Villa Tetap Layak Mendapat Apresiasi

Kekalahan dari PSG tidak menghapus pencapaian Aston Villa sepanjang musim sebelumnya.
Villa berhasil memenangkan Liga Europa 2025/26 setelah mengalahkan Freiburg 3-0 di final. Gelar tersebut menjadi pencapaian besar karena sekaligus menandai keberhasilan Villa kembali meraih trofi Eropa setelah penantian panjang.
Unai Emery juga memiliki catatan luar biasa di kompetisi Liga Europa. Sebelum kesuksesan bersama Villa, pelatih asal Spanyol itu sudah dikenal sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah turnamen tersebut.
Namun, menghadapi PSG menjadi tantangan berbeda.
Villa kehilangan sejumlah pemain penting pada bursa transfer dan juga menghadapi persoalan kebugaran beberapa pemain. Beberapa pemain yang tampil di Piala Dunia juga belum tersedia karena mendapatkan waktu istirahat tambahan. Kondisi tersebut membuat persiapan Villa menghadapi PSG menjadi semakin sulit.
Stadion Salzburg Jadi Panggung Baru
Piala Super UEFA 2026 juga mencatat sejarah karena untuk pertama kalinya Stadion Salzburg digunakan sebagai venue pertandingan final klub UEFA.
Stadion yang berada di Salzburg, Austria, tersebut merupakan kandang FC Salzburg dan sebelumnya pernah menjadi salah satu venue Euro 2008. Stadion Salzburg menjadi venue ke-14 yang menjadi tuan rumah Piala Super UEFA sejak pertandingan tersebut tidak lagi secara permanen digelar di Monaco.
UEFA sebelumnya menetapkan pertandingan berlangsung pada 12 Agustus 2026 pukul 21.00 CET. Tiket umum untuk pertandingan tersebut dibuka melalui UEFA, dengan harga mulai dari 50 euro, sementara kategori khusus penggemar finalis tersedia mulai 30 euro.
Apa Itu Piala Super UEFA?
Piala Super UEFA merupakan pertandingan tahunan yang mempertemukan juara Liga Champions dan juara Liga Europa.
Kompetisi ini berbeda dengan Liga Champions maupun Liga Europa karena hanya terdiri dari satu pertandingan untuk menentukan pemenang. Format tersebut membuat Piala Super UEFA menjadi salah satu pertandingan pembuka paling bergengsi dalam kalender sepak bola Eropa.
Pada edisi 2026, PSG sebagai juara Liga Champions berhadapan dengan Aston Villa sebagai juara Liga Europa. UEFA mencatat bahwa PSG sebelumnya memenangkan Liga Champions 2025/26, sementara Aston Villa meraih gelar Liga Europa setelah mengalahkan Freiburg.
Secara historis, Piala Super UEFA memiliki perjalanan panjang. Kompetisi ini awalnya mempertemukan juara Piala Champions Eropa dengan pemegang Piala Winners. Setelah Piala Winners dihentikan, juara Liga Europa menjadi lawan juara Liga Champions.
PSG Menyamai Catatan Klub Besar
Ada satu fakta menarik setelah kemenangan PSG.
Dengan mempertahankan gelar pada 2026, PSG menjadi klub ketiga yang mampu menjuarai Piala Super UEFA dalam dua edisi berturut-turut.
AC Milan melakukannya pada 1989 dan 1990. Real Madrid kemudian mengulanginya pada 2016 dan 2017. Kini PSG masuk ke dalam kelompok eksklusif tersebut.
Prestasi ini menunjukkan perubahan status PSG di sepak bola Eropa. Jika sebelumnya klub tersebut lebih sering dikaitkan dengan ambisi besar yang belum sepenuhnya berbuah di Eropa, kini situasinya berbeda.
Trofi Liga Champions dan dua Piala Super UEFA beruntun menjadi bukti bahwa PSG telah berkembang menjadi kekuatan utama di level klub Eropa.
Perjalanan PSG Belum Selesai

Trofi Piala Super UEFA 2026 tentu bukan akhir perjalanan PSG. Justru, kemenangan tersebut menjadi awal dari musim baru dengan target yang lebih tinggi.
PSG harus menghadapi kompetisi domestik sekaligus mempertahankan posisi di level Eropa. Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi ketika jadwal semakin padat dan pemain harus menghadapi tuntutan fisik yang tinggi.
Sementara itu, Aston Villa juga mempunyai pekerjaan besar. Kekalahan dari PSG dapat dijadikan pengalaman untuk meningkatkan kualitas skuad sebelum menjalani musim baru.
Bagi Emery, target berikutnya adalah membuat Villa semakin kompetitif setelah berhasil kembali menjadi salah satu klub penting di Eropa.
Kesimpulan
Piala Super UEFA 2026 menjadi milik Paris Saint-Germain. PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 di Stadion Salzburg melalui gol Khvicha Kvaratskhelia dan Désiré Doué, sementara Brian Madjo mencetak satu-satunya gol Villa.
Hasil tersebut membuat PSG sukses mempertahankan Piala Super UEFA dan menjadi klub ketiga sepanjang sejarah yang mampu meraih trofi tersebut dalam dua tahun beruntun setelah AC Milan dan Real Madrid.
Bagi Aston Villa, kekalahan ini memang mengecewakan, tetapi perjalanan mereka di Liga Europa dan keberhasilan mencapai Piala Super UEFA menunjukkan bahwa klub tersebut semakin diperhitungkan di Eropa.
Sementara bagi PSG, kemenangan ini memberikan sinyal kuat bahwa era dominasi mereka di sepak bola Eropa belum berakhir. Setelah menjadi juara Liga Champions dan mempertahankan Piala Super UEFA, tekanan berikutnya adalah membuktikan bahwa kesuksesan tersebut dapat dipertahankan dalam jangka panjang.



















