Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Australia dengan skor 2-0 dalam laga Grup D yang berlangsung di Seattle Stadium, Jumat waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan tim asuhan Mauricio Pochettino keluar sebagai juara grup dan mempertegas status mereka sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan pada turnamen kali ini.
Sorotan utama pertandingan tertuju pada bek muda Alex Freeman yang mencetak gol penting pada babak kedua. Gol tersebut menjadi gol pertama Freeman di ajang Piala Dunia sekaligus mengunci kemenangan Amerika Serikat atas Australia.
Meski demikian, Freeman sempat harus menahan napas beberapa detik sebelum bisa merayakan golnya. Awalnya, wasit menganggap pemain berusia 21 tahun itu berada dalam posisi offside saat menyambar bola muntah hasil tembakan Sergiño Dest yang diblok pemain Australia.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan melalui Video Assistant Referee (VAR), keputusan tersebut dibatalkan. Tayangan ulang menunjukkan bahwa Freeman masih berada dalam posisi onside ketika Dest melepaskan tembakan. Gol pun disahkan dan stadion langsung bergemuruh menyambut momen bersejarah tersebut.

Begitu gol dinyatakan sah, para pemain cadangan Amerika Serikat langsung berlari menuju Freeman untuk merayakan keberhasilan tersebut. Bek muda itu mengaku sempat bingung menentukan arah perayaan sebelum akhirnya dikerubungi rekan-rekannya.
Freeman mengatakan dirinya awalnya ingin berlari ke salah satu sisi lapangan. Namun beberapa pemain meminta dirinya mendekat ke arah bangku cadangan. Ketika gol resmi disahkan, seluruh skuad berlari menghampirinya sehingga tercipta selebrasi yang penuh emosional.
Gol Freeman menjadi penutup sempurna bagi penampilan solid Amerika Serikat sepanjang pertandingan. Sebelumnya, tim tuan rumah sudah unggul lebih dulu berkat gol bunuh diri bek Australia, Cameron Burgess. Situasi itu berawal dari penetrasi dan umpan berbahaya yang dilepaskan Folarin Balogun ke area pertahanan lawan.
Dengan demikian, Freeman menjadi satu-satunya pemain Amerika Serikat yang namanya tercatat sebagai pencetak gol dalam kemenangan 2-0 tersebut.
Perjalanan Freeman menuju panggung terbesar sepak bola dunia terbilang sangat cepat. Pemain yang lahir dari akademi Orlando City itu baru menjalani pertandingan ke-19 bersama tim nasional senior Amerika Serikat. Dalam kurun waktu sekitar satu tahun sejak mendapat panggilan pertama, ia sudah menjelma menjadi pilihan utama di lini belakang.
Karier profesional Freeman dimulai bersama tim utama Orlando City pada usia 17 tahun. Penampilannya yang konsisten menarik perhatian klub-klub Eropa hingga akhirnya Villarreal memboyongnya ke La Liga pada Januari lalu dengan nilai transfer sekitar 7 juta dolar AS.
Sejak bergabung dengan klub Spanyol tersebut, perkembangan Freeman semakin pesat. Kepercayaan yang ia dapatkan di level klub berdampak langsung pada performanya bersama tim nasional. Dari 19 penampilannya bersama Amerika Serikat, ia sudah 10 kali bermain penuh selama 90 menit.
Di Piala Dunia 2026, Freeman menjadi salah satu pemain yang selalu dipercaya tampil sejak menit pertama. Ia juga menunjukkan kedewasaan dalam bermain meski usianya masih sangat muda.
Tidak hanya mencetak gol, Freeman tampil impresif dalam aspek bertahan. Pada babak pertama, ia melakukan penyelamatan penting dengan menyapu bola keluar lapangan ketika Australia hampir mendapatkan peluang emas. Aksinya membantu menjaga gawang Amerika Serikat tetap aman dari ancaman lawan.
Bek muda tersebut bahkan sempat mengalami benturan di kepala beberapa saat sebelum mencetak gol. Meski demikian, ia mampu bangkit dan melanjutkan pertandingan tanpa kendala berarti.
Menurut Freeman, dirinya sudah bertekad untuk mengejar bola muntah hasil tembakan Dest dengan cara apa pun. Tekad itulah yang akhirnya berbuah manis setelah VAR memastikan gol tersebut sah.
Pelatih Mauricio Pochettino memberikan pujian tinggi kepada anak asuhnya itu. Mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain tersebut menilai Freeman memiliki potensi luar biasa untuk menjadi salah satu bek terbaik dunia di masa depan.
Pochettino juga menyoroti proses perkembangan pemain muda tersebut yang dinilai berjalan sangat baik sejak masih berada di Orlando City. Menurutnya, dukungan dari para pelatih sebelumnya berperan penting dalam membentuk karakter dan kualitas Freeman saat ini.

Selain kemampuan teknis, Pochettino mengapresiasi sikap profesional sang pemain. Ia menyebut Freeman sebagai sosok yang selalu ingin belajar, mudah menerima arahan, dan memiliki kepribadian yang menyenangkan di dalam maupun di luar lapangan.
Tak mengherankan jika pelatih asal Argentina itu yakin Freeman mempunyai masa depan cerah. Dengan usia yang masih 21 tahun, peluang untuk berkembang masih sangat terbuka.
Nama Freeman sendiri tidak asing di dunia olahraga Amerika Serikat. Ayahnya adalah Antonio Freeman, mantan pemain American football yang pernah menjadi bintang Green Bay Packers di National Football League (NFL).
Meski memiliki ayah yang terkenal, Freeman ingin membangun jalannya sendiri di dunia sepak bola. Ia mengaku bangga dengan pencapaian sang ayah, tetapi ingin dikenang karena prestasinya sendiri bersama tim nasional Amerika Serikat.
Momen paling emosional bagi Freeman terjadi bahkan sebelum pertandingan dimulai. Ia mengaku sempat terharu saat lagu kebangsaan Amerika Serikat dikumandangkan di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah.
Bagi Freeman, kesempatan membela negaranya di Piala Dunia merupakan impian yang telah diperjuangkan sejak kecil. Karena itu, ia merasa sangat bersyukur bisa merasakan atmosfer luar biasa tersebut dan memberikan kontribusi penting bagi tim.
Kemenangan atas Australia juga memperpanjang tren positif Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya sejak edisi 1930, tim berjuluk USMNT itu berhasil meraih dua kemenangan beruntun di ajang Piala Dunia.
Hasil ini membuat Amerika Serikat mengamankan tiket ke fase gugur sekaligus memimpin klasemen Grup D. Dengan satu pertandingan tersisa melawan Turki, Pochettino memiliki kesempatan untuk melakukan rotasi pemain dan menjaga kebugaran skuad.
Sementara itu, Australia harus menerima kenyataan pahit setelah gagal mengimbangi permainan agresif Amerika Serikat. Pelatih Tony Popovic mengakui timnya tampil lambat dan kalah dalam banyak duel sepanjang babak pertama.
Meski sempat menunjukkan perbaikan setelah turun minum, Australia tetap gagal membongkar pertahanan Amerika Serikat yang tampil disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.
Bagi Amerika Serikat, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa skuad muda yang dibangun Mauricio Pochettino mulai menunjukkan kematangan dan ambisi besar untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Di tengah euforia para pendukung yang memadati stadion, Alex Freeman muncul sebagai simbol generasi baru sepak bola Amerika. Gol perdananya di Piala Dunia mungkin baru awal dari perjalanan panjang yang menjanjikan bersama tim nasional.





















