Paraguay menjadi salah satu tim yang mencuri perhatian pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Jerman melalui drama adu penalti. Bertanding di Gillette Stadium, Foxborough, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB, wakil Amerika Selatan itu menang 5-4 dalam adu tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit.
Hasil tersebut memastikan Paraguay melangkah ke babak 16 besar sekaligus mengakhiri perjalanan Jerman yang datang ke fase gugur dengan status juara Grup E. Kekalahan ini juga menjadi catatan pahit bagi Die Mannschaft karena untuk pertama kalinya mereka kalah dalam adu penalti di ajang Piala Dunia.
Jerman Datang Sebagai Unggulan
Sebelum pertandingan dimulai, Jerman lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan. Tim asuhan Julian Nagelsmann lolos sebagai pemuncak Grup E dengan koleksi enam poin hasil kemenangan atas Curaçao dan Pantai Gading, meski menelan kekalahan mengejutkan dari Ekuador pada laga terakhir fase grup.
Di atas kertas, kualitas skuad Jerman memang lebih mentereng. Mereka diperkuat sederet pemain berpengalaman seperti Manuel Neuer, Joshua Kimmich, Antonio Rüdiger, Jamal Musiala, Florian Wirtz, hingga Kai Havertz.
Sebaliknya, Paraguay melaju ke babak gugur tanpa banyak sorotan. Setelah kalah telak dari Amerika Serikat pada laga pembuka, mereka bangkit dengan mengalahkan Turki sebelum bermain imbang melawan Australia untuk memastikan tiket ke fase knockout.
Meski tidak tampil atraktif, Paraguay dikenal memiliki organisasi permainan yang disiplin dan sulit ditembus.
Paraguay Kejutkan Jerman
Sejak menit awal pertandingan, Paraguay langsung memberikan tekanan kepada lini belakang Jerman. Peluang pertama hadir melalui sundulan Junior Alonso yang memanfaatkan situasi sepak pojok. Namun Manuel Neuer masih mampu melakukan penyelamatan penting.
Setelah sempat tertekan, Jerman mulai menguasai jalannya pertandingan melalui dominasi penguasaan bola. Akan tetapi, mereka kesulitan menembus pertahanan Paraguay yang bermain sangat rapat.
Ketika Jerman terus mencari celah, Paraguay justru berhasil mencuri keunggulan.
Menjelang turun minum, Julio Enciso sukses mencetak gol lewat sundulan memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Lini belakang Jerman yang terlalu tinggi gagal mengantisipasi pergerakan penyerang muda tersebut sehingga Paraguay unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Havertz Selamatkan Die Mannschaft
Tertinggal satu gol membuat Jerman tampil jauh lebih agresif pada babak kedua.
Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-54. Florian Wirtz mengirimkan umpan silang akurat yang berhasil disambut Kai Havertz melalui sundulan keras ke pojok gawang Paraguay.
Gol tersebut membangkitkan semangat Die Mannschaft. Mereka terus menggempur pertahanan lawan melalui kombinasi Musiala, Leroy Sané, dan Wirtz.
Kai Havertz bahkan nyaris membawa Jerman berbalik unggul pada menit ke-77. Namun kiper Orlando Gill tampil gemilang dengan menggagalkan peluang emas tersebut.
Paraguay sendiri memilih bermain lebih bertahan sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat.
VAR Gagalkan Gol Jerman
Memasuki babak tambahan waktu, tekanan Jerman semakin besar.
Mereka sempat berpesta ketika Jonathan Tah berhasil mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-102 setelah memanfaatkan sepak pojok.
Namun kegembiraan itu hanya berlangsung sesaat.
Wasit kemudian meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah pemeriksaan selesai, gol tersebut dianulir karena Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay saat proses terjadinya gol.
Keputusan tersebut memicu kekecewaan para pemain Jerman, sementara Paraguay mendapatkan suntikan motivasi untuk bertahan hingga pertandingan selesai.
Hingga extra time berakhir, skor tetap bertahan 1-1 sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Adu Penalti Berakhir Tragis

Drama semakin terasa saat babak adu penalti dimulai.
Jerman langsung berada dalam tekanan setelah Kai Havertz yang menjadi penendang pertama gagal menjalankan tugasnya. Paraguay memanfaatkan momentum dengan mencetak gol pembuka melalui Mauricio.
Joshua Kimmich kemudian menyamakan kedudukan, tetapi Gustavo Gómez kembali membawa Paraguay unggul.
Jamal Musiala membuat skor kembali imbang, namun Matias Galarza berhasil mengembalikan keunggulan Paraguay.
Situasi semakin sulit ketika Nick Woltemade gagal mencetak gol.
Meski demikian, Jerman sempat mendapatkan harapan baru setelah Antonio Sanabria dan Fabian Balbuena gagal mengeksekusi penalti untuk Paraguay.
Nadiem Amiri sukses menjaga peluang Die Mannschaft dengan mencetak gol penyama sehingga skor adu penalti menjadi 4-4.
Sayangnya, kesempatan emas tersebut gagal dimanfaatkan.
Jonathan Tah yang maju sebagai penendang berikutnya tidak mampu menaklukkan Orlando Gill. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan Jose Canale yang menjalankan tugasnya dengan sempurna dan memastikan kemenangan Paraguay 5-4.
Rekor Jerman Akhirnya Berakhir
Kekalahan ini menjadi salah satu catatan paling mengejutkan dalam sejarah Jerman di Piala Dunia.
Sebelumnya, Die Mannschaft dikenal sebagai salah satu tim terbaik dalam adu penalti. Mereka selalu keluar sebagai pemenang dalam empat kesempatan sebelumnya, termasuk saat menghadapi Prancis, Meksiko, Inggris, dan Argentina.
Rekor sempurna tersebut akhirnya terhenti setelah Paraguay tampil lebih tenang dalam momen-momen penentuan.
Bagi Julian Nagelsmann, hasil ini tentu menjadi pukulan besar. Setelah kembali mencapai fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2014, Jerman justru harus pulang lebih cepat.
Paraguay Tunjukkan Efektivitas
Keberhasilan Paraguay tidak lepas dari strategi disiplin yang diterapkan pelatih Gustavo Alfaro.
Sepanjang pertandingan, Paraguay tidak terlalu mendominasi penguasaan bola. Mereka lebih memilih bertahan dengan garis pertahanan rapat sambil memanfaatkan setiap peluang melalui serangan balik maupun bola mati.
Strategi tersebut terbukti efektif menghadapi kreativitas lini tengah Jerman yang dihuni Musiala dan Wirtz.
Selain itu, penampilan luar biasa Orlando Gill di bawah mistar juga menjadi faktor penting. Kiper Paraguay tersebut melakukan sejumlah penyelamatan krusial selama 120 menit sebelum menjadi pahlawan dalam adu penalti.
Modal Berharga Menuju Babak 16 Besar
Keberhasilan menyingkirkan Jerman menjadi suntikan kepercayaan diri besar bagi Paraguay untuk menghadapi babak 16 besar.
Sebaliknya, Jerman harus kembali melakukan evaluasi menyeluruh. Meski memiliki banyak pemain bertalenta, inkonsistensi performa sepanjang turnamen kembali menjadi masalah utama.
Paraguay membuktikan bahwa kerja sama tim, disiplin bertahan, dan mental kuat mampu mengalahkan tim yang secara kualitas individu lebih unggul. Kemenangan dramatis ini pun menjadi salah satu kejutan terbesar di fase gugur Piala Dunia 2026 sekaligus mengukuhkan Paraguay sebagai tim yang layak diperhitungkan dalam perebutan gelar juara.



















